Senin, 14 Agustus 2000

Selamat Jalan, Nita!

Amanat Nita Tilana, Diumrahkan Rully
Selamat Jalan, Nita! 
KEPERGIAN Nita Tilana (33), untuk selama-lamanya, jadi sebentuk melodrama yang memedihkan hati, Kamis pekan lalu. Perjuangan gigih Nita melawan penyakitnya melambangkan katabahan dan ketegaran. Kesetiaan Rully Amada (30), suaminya, yang secara intens mendampingi sejak Nita jatuh sakit hingga detik-detik penghabisan, melambangkan keagungan dan keindahan cinta. Tragika hidup seorang Nita yang membawa pergi cinta utuh Rully ini disajikan di dua halaman berikut ini (4 & 5). Selain reportase seputar masa kritis hingga kematian Nita, tulisan dilengkapi aneka komentar dan kenangan sejumlah anggota keluarga, kerabat dan teman dekatnya. 
 
SETELAH berjuang keras melawan penyakit kanker leher rahim, Nita akhirnya kembali ke pangkuan Allah SWT untuk selamamya. Nita meninggal pada Kamis (10/8) pukul 11.10 WIB di RS Pondok Indah, Jakarta, di mana dia dirawat inap sejak 7 Juli 2000, sepulang dari pengobatannya di Singapura.

Pada saat-saat terakhirnya Nita ditemani oleh Rully Amada, suaminya, dua kakaknya, Ria HD dan Ray Bachtiar, serta Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang kebetulan hadir menjenguknya. ''Saya pegang tangan kanannya,'' kata Rully dengan tenang dan tabah. Dalam kondisi yang sudah sangat lemah itu Nita dibimbing oleh Cak Nun dan Rully untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. ''Mudah-mudahan Nita mengikutinya dalam hati,'' jelas Rully lagi.

Kondisi Nita memang memburuk sejak Selasa (8/8). ''Dokter memperkirakan Nita hanya akan bisa bertahan selama 12 jam,'' cerita Rully. Semua anggota keluarga Nita pun berkumpul. Meski kondisinya yang melemah membuatnya hanya bisa berbaring tak bergerak, dia ternyata masih bisa merasakan keadaan sekelilingnya. ''Terlihat dari sinar matanya,'' tambah pria yang menikahi Nita pada 23 Oktober 1999 ini.

Pada Rabu (9/8) pagi, di Jakarta beredar kabar, Nita telah meninggal dunia. Pada pagi hari itu pula kamar 3301 RS Pondok Indah di mana dia dirawat telah ''diserbu'' wartawan dari aneka media. Sejumlah artis, seperti Shania, Jeremy Thomas, Sylvana Herman, Sandy Nayoan dan Indra Lesmana yang kebetulan berobat ke sana ikut pula menjenguk Nita. Malam harinya, kondisi Nita dinyatakan mulai membaik. ''Malam itu kami mengadakan salat istighosah untuk mendoakan Nita,'' cerita Ray Bachtiar, kakak kedua Nita. Salat dilanjutkan dengan tahajud bersama.

Pagi harinya, Nita dimandikan. Kata Rully, kondisi Nita makin tenang. Pada sekitar pukul 10.00 WIB, kondisinya menurun kembali. Hingga akhirnya, pukul 11.30, Armand Maulana, adik bungsu Nita, mengumumkan kepada para wartawan bahwa Nita telah berpulang.

ATAS permintaan keluarga, jenazah Nita langsung dibawa ke rumah duka, di Jalan Kemala Persada, Blok 14 No 3, Bekasi Barat, kediaman Nita dan Rully. Rumah ini berdekatan dengan rumah kakak Nita, Dra Nane Meyane. Jenazah Nita disemayamkan di ruang tamu.

Pada pukul 14.00 WIB, jenazah dimandikan dengan Ibu Nuriani dari Yayasan Bunga Kemboja (YBK) sebagai pemimpin acara. Nita dimandikan oleh saudara kandung dan iparnya. Di luar, sejumlah artis ikut melayat. Antaranya Titi DJ, Rita Effendy, Ari Tulang, Oscar Lawalatta, AB Three dan Desy Ratnasari. Pada pukul 14.40 WIB, jenazah dibawa masuk kembali ke ruang duka, dan dilakukan salat jenazah. Desy ikut dalam upacara yang dipimpin oleh Ustad Aziz dari YBK sebagai imam.

Usai salat jenazah, mewakili keluarga, Rully, Ria HD, dan Ray Bachtiar, keluarga besar Nita mengucapkan terima kasih atas simpati dan bantuan berbagai pihak. ''Pesan terakhir Nita, tolong jaga Rully,'' imbuh Ria. Ini dibenarkan Rully. Beberapa hari sebelum kritis, Dewi dan Armand datang untuk membacakan doa. ''Tapi dia malah minta agar mereka mendoakan saya saja, dan menjaga saya,'' kata Rully.

Menjelang sore hari, rombongan pelayat makin banyak. Rekan-rekan Nita berdatangan silih berganti. Ada Bella Saphira, Nia Daniaty, Camelia Malik, Vinny Alvionita, Monica Oemardi, Eko Patrio, Yana Julio, Agus Wisman, Andre Hehanussa, Trie Utami, Denny Malik, Rita Dinah Kandi, Titiek Puspa, dan lain sebagainya.

Jenazah Nita, sesuai keputusan keluarga, dimakamkan pada Jumat (11/8) di pemakaman umum Sirnaraga di Bandung dan diberangkatkan seusai salat subuh. Di pemakaman itulah kakek-nenek Nita dimakamkan. Menurut Ray, Nita ingin dimakamkan di dekat makam ayah-ibunya, di pemakaman Buah Batu. Untuk memenuhi keinginan ini, dalam waktu dekat makam orangtuanya bakal dipindahkan ke Sirnaraga.

Menurut Ray, Nita memang sangat dekat dengan ibunya yang meninggal karena stroke pada 1987. ''Nita pula yang menemani ibu pada saat-saat terakhirnya, seperti yang dilakukan oleh Rully sekarang,'' kata Ray lagi.
Selamat jalan, Nita!

. Nona Fiona, Amanda Andono, Pipin Talisah S
Foto: Nuryanto Eddy P


 
RULLY AMADA
DUA hari silam, saat Armand dan Dewi datang, dia minta supaya doakan saya. ''Jagain Rully!'' Meninggalnya juga bagus, kelihatan sudah pasrah. Saya juga sudah ikhlas melepasnya. Nggak ada firasat. Saya rasa ini yang terbaik untuk Nita. Kalau memang harus dipanggil, ya kita ikhlaskan. Kalau memang tidak, jangan sampai dia menderita lama.

Saya terakhir bicara dengan Nita, sekitar dua hari sebelum kondisinya kritis. Hingga saat terakhir, infusnya masih terus dipasang. Hanya oksigen saja yang dia tidak mau. Selama masih bisa bernapas sendiri dia nggak mau pakai. Makannya juga biasa, nggak pakai infus.

Hal terakhir yang diinginkan Nita, umrah. Insya Allah, saya akan umrahkan secepatnya. Sampai terakhir dia tetap tabah. Dia selalu menyebut-nyebut ibu, maka saya simpulkan dia ingin (dimakamkan, Red) dekat ibunya. Karenanya makam ibu dan bapaknya nanti akan dipindah ke Sirnaraga.

Saya nggak berencana balik ke Jepang, dan ingin tetap di sini. Saya sudah cukup bahagia bersama dia. Saya sendiri ingin selalu dekat dia. Dalam waktu dekat ini ibu saya juga akan datang dari Jepang. Tapi, masih kesulitan dalam masalah mengurus visa.

. nona

RIA HD (KAKAK SULUNG)

NITA itu orang yang kurang memperhatikan kesehatannya sendiri. Dia malas ke dokter, padahal waktu itu dia sudah sakit lever. Dia yakin akan kekuatannya sendiri. Yang pasti, pesannya kepada kami adalah ''tolong jagain Rully'. Rasanya sih memang wajar kalau dia minta begitu. Rully yang menjaga Nita sebelum nikah sampai sekarang.

Walaupun terbaring terus, Nita masih selalu mengajak salat berjamaah. Satu keinginan dia, umrah. Dan, insya Allah, Rully akan melaksanakannya untuk dia. Saya belum tahu kapan pastinya.

Waktu kecil Nita sudah genit, sudah senang jadi desainer. Dia suka mengisi acara tari-tarian yang diadakan di sekolahnya. Dia bikin desain baju dan menciptakan koreografi. Itu merupakan kreativitasnya. Nita itu lucu, rame dan manja. Kata Armand, anak bungsunya malah Nita, bukan dia.

. pien

NANE MEYANE (KAKAK KETIGA)

TIGA hari kita doain Nita. Semua enam bersaudara kami ada di rumah sakit. Hari pertama, kita semua tidur di situ. Hari meninggalnya, saya dan Armand pulang untuk istirahat. Yang jaga waktu itu Teh Ria dan Rully.

Nita itu meninggal sangat bening sekali (bersih, Red). Ini merupakan ujian buat Rully. Orang yang lulus ujian itu kayaknya memang dia. Kita memang sedih, tapi sekarang kita lebih sedih lagi kalau lihat Rully. Karena sudah dekat banget. Nita menganggap saya sebagai ganti ibunya, jadi dia paling dekat dengan saya. Memang harus ada salah satu yang lebih dewasa, dan akulah yang selalu membimbing Nita.

. ama, pien

RAY BACHTIAR (KAKAK KEDUA)

SAYA merasa sangat kehilangan, sebab dia itu masih muda. Nita itu bandel dan keras kepala. Hubungan Nita dengan keluarga selama ini baik, karena kami kan selalu kumpul bersama. Nita itu banyak sekali keinginannya. Dia ngotot pengen jadi penyanyi, dan akhirnya tercapai walaupun cuma satu album dan cuma pas-pasan.

Selama Nita sakit, kami sudah mencoba berbagai macam pengobatan. Pengobatan alternatif apa pun kami terima asal bisa membantu. Dan kami juga membantu dengan doa tentunya. Keinginan Nita yang belum terlaksana, yang paling penting sih umrah. Dan, Rully akan melaksanakannya untuk Nita.

. pien

ARMAND MAULANA (ADIK)

PADA Senin malam sejak Nita koma, sebenarnya dokter sudah memperkirakan waktu tinggal 12 jam lagi. Karena terlampaui, jadi kami mengira hanya koma yang lama. Selama itu kami sekeluarga berdoa terus. Malah, pada jam 02.00 (Kamis) pagi saya sempat pulang untuk istirahat dan ganti baju. Kebetulan Cak Nun datang dari Yogya. Kita doa bareng. Habis itu udah flatliner.

Pada Jumat (4/8) lalu Nita masih bisa komunikasi, walaupun lemah. Pada Senin malam pesan terakhir Nita. Katanya, ''Tolong temani doa buat Rully saja, supaya dia jangan ninggalin saya.'' Dari dulu Rully memang kuat dan tegar. Melihat keadaan Nita sejak Senin, kami berdoa, minta jalan yang terbaik. Dalam artian kalau memang mau sembuh, sampai bisa ''lari'' lagi. Kalau memang sudah waktunya, ya silakan.

. ama

NITA DALAM KENANGAN

NAMA lengkap penyanyi dan presenter ini Ratu Nita Tilana. Sebetulnya, kariernya sebagai ''artis'' belum lama. Baru sekitar empat tahunan. Penyanyi yang senang mengenakan baju dan aksesori funky dan full color ini bersama Neta KD pernah menjadi backing vocal grup KLA Project. Pada 1996 ia menelurkan album solo perdananya, Kau Bohong. Klip video perdananya, Tak Ada Waktu, unik dengan sistem one take shot (adegan tidak terputus sekali syut). Dengan rambut shaggy dan gayanya menepis-nepiskan jari tangan di wajahnya di klip video itu menjadi ciri khasnya setiap kali manggung.
Lahir dari pasangan mendiang Tubagus Ahmad Dradjat dan Endeh Khadijah ini sempat pacaran dengan Nugie di medio 1996. Dua tahun kemudian mereka putus. Ia lalu membuka galeri berisi barang-barang bekas para artis di pertengahan 1998 yang diberi nama NitNot's Gallery. Acara infotainment di ANteve, Panorama, dan sebuah variety show di TPI, dipercayakan kepadanya sebagai pembawa acara.

Segala kesibukannya terhenti ketika ginjalnya mengalami abses di akhir September 1999. Kakinya yang membengkak mengharuskan mojang yang lahir 8 Oktober 1967 ini istirahat total. Dalam keadaan sakit, kekasihnya, Rully Amada menyuntingnya. Pernikahan diselenggarakan sangat sederhana di kontrakan mereka di Persada Kemala, Bekasi, pada 23 Oktober 1999.

Pemeriksaan intensif menunjukkan, di mulut rahim Nita bersarang kanker berukuran 15 cm yang membuat ginjalnya sakit dan kakinya membengkak. Sejak Januari 2000 ia menjalani pengobatan selama dua bulan di Singapura. Proses radioterapi membuat nafsu makannya turun walaupun kankernya sempat mengecil. Bobot tubuhnya pun berkurang 10 kg.

Di tengah-tengah sakitnya itu, Nita sempat muncul di program Pesta Indosiar. Ini terjadi pada medio Maret. Didampingi Rully, ia melantunkan September Ceria. Tak sangka, bobotnya makin berkurang hingga 31 kg. Pertengahan Juli ia diopname lagi karena masalah ginjalnya. Tumor di panggulnya pun kian terasa. Bersimpati pada penderitaan Nita delapan program tayangan infotainment menggelar acara Dari Kami untuk Nita pada 27 Juli 2000 di Musro, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Dari acara ini terkumpul sumbangan sebesar Rp 220 juta.

Sayang, kanker yang menggerogoti leher rahimnya tak mau kompromi. Setelah hampir sebulan dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, kondisinya kian memburuk. Pada Kamis pekan lalu Nita pun meninggalkan Rully, keluarga, dan kaum haindai taulannya. Untuk selama-lamanya....

. ama

DEWI GITA (ADIK IPAR)

PADA hari-hari terakhir, ketika berbaring di rumah sakit, Nita masih sanggup bicara. Nita, seringkali berpesan kepada saya dan Armand Maulana. ''Tolong ya, jika kelak saya tak ada, jaga-jaga suami saya, Rully!'' Suaminya, menurut Nita, adalah segala-galanya. Rully baik, sangat pengertian, dan tetap setia dalam keberadaan Nita yang sakit.

Kata Nita, jika ia kembali sehat, hidupnya untuk berbakti dan menyayangi suami. Seperti berbaktinya Rully dalam merawat dan menunggui Nita. Sampai hari terakhir, Nita tak sanggup lagi bicara, yang terdengar kepada kami, ''Tolong jaga Rully, doakan Rully....''

Saya tak paham, apa yang dimaksud oleh Nita jaga dan doakan Rully. Soalnya suaranya pelan, nyaris tak terdengar.

. zar 


MELLY MANUHUTTU
AKU sempat menjenguk kemarin (Rabu), tapi nggak boleh masuk. Yang boleh cuma keluarga. Pas denger udah meninggal aku langsung ke sini. Kebetulan aku memang sudah kenal banget sama Teh Ria HD sebelum Teh Nita buat album.

Sebetulnya aku cocok banget sama Teh Nita. Walaupun jarak umurku jauh sama dia, tapi kalau ngomongin soal baju dan pernik-pernik yang heboh kita pasti sama. Sealiran. Apa yang dia suka dan pakai aku pasti naksir. Begitu juga sebaliknya. Kita jadi sering saling tukar informasi tentang baju dan aksesori, di mana beli atau bikin-nya. Kalau inget itu jadi sedih deh...

. ama

DESY RATNASARI

KAGET juga mendengar Nita meninggal. Kayaknya nggak percaya. Tapi kalau melihat betapa tegarnya dia dan keluarganya, saya kagum. Terutama suaminya. Dia tabah dan sabar sekali.

Saya bayangkan betapa sakitnya Nita. Mungkin memang ini yang terbaik buat Nita, daripada dia harus menahan penderitaannya selama ini. Saya ikut berduka cita untuk keluarga yang ditinggalkan.

. ama

TRIE UTAMI

KAMI udah kenal lama banget, sejak tahun 80-an. Karena kami sama-sama di Bandung, sama-sama bermusik. Apalagi keluarga Nita juga urusannya seni. Saat itu aku belum jadi penyanyi, Nita dan Armand juga belum jadi penyanyi. Sama saya, nggak pernah ada masalah. Hubungan kami selalu baik. Mungkin karena sama-sama orang Sunda, jadi lebih dekat. Dan nggak sebatas hubungan kerja. Kalau saling telepon ceritanya macam-macamlah. Sekitar tujuh-delapan tahun yang lalu, Nita dan Dewi Gita juga pernah jadi backing vocal saya, sewaktu masih di Krakatau.

Terakhir ketemu, waktu Nita nikah, di sini juga. Melihat keadaan Nita sewaktu sakit, saya termasuk nggak kuat. Jadi, saya lebih banyak mendoakan. Lagian pada saat itu saya nggak tahu betul kondisinya bagaimana.

. nona

TITIEK PUSPA

NITA itu periang, cecet-coet orangnya dan gampang bergaul. Dia ramah dan semangatnya tinggi. Saya malah belum sempat jenguk ke rumah sakit karena saya masih sibuk ngalor-ngidul. Banyak urusan. Saya memang sudah lama sekali nggak ketemu sama Nita. Selama dia sakit, kita cuma berhubungan dengan telepon. Cerita bagaimana keadaannya. Kami sekeluarga juga suka kirim sesuatu ke Nita. Makanya anak-anak saya kepingin ke sini juga.

Saya kenal Nita sudah lama, sebelum dia buat album. Kenangan terakhir saya dengan Nita, waktu syuting acara ulang tahun RCTI beberapa tahun yang lalu. Karena menunggu lama, kami mengobrol ke sana-kemari sambil cekakak-cekikik. Rully itu suami yang teladan, Manusia langka.

. pien 
Sumber: Tabloid Citra, Edisi 540, Periode 14-20 Agustus 2000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar