Jumat, 02 Januari 2004

YLKI: Semestinya Tarif Tol Jakarta-Cikampek Tidak Naik

Updated: Jumat, 02 Januari 2004, 09:45 WIB
METROPOLITAN
YLKI: Semestinya Tarif Tol Jakarta-Cikampek Tidak Naik
Jakarta, Jumat
Tarif tol ruas jalan Jakarta-Cikampek seharusnya tidak dinaikkan, karena PT Jasa Marga sudah mendapatkan keuntungan dari fasilitas tersebut. Hal itu dikemukakan Tulus Abadi, Koordinator Advokasi Transportasi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

PT Jasa Marga, pengelola ruas-ruas jalan tol di seluruh Indonesia, mulai 3 Januari 2004 pk 00.00 WIB akan menaikkan tarif tol Jakarta-Cikampek sebesar 25 persen. Dengan kenaikan 25 persen itu, maka tarif Jakarta-Sadang yang tadinya Rp6.500 melonjak menjadi Rp11.500.

Jasa Marga juga menetapkan tarif tol untuk ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi W2 dan E1 serta tol Cipularang untuk ruas Dawuan-Sadang dan Padalarang-Bypass (Bandung). "Bahkan ruas jalan tol Jakarta-Cikampek seharusnya sudah dikembalikan kepada publik, karena investasinya sudah impas," kata Tulus, Jumat (2/1) pagi, ketika dimintai tanggapannya atas kenaikan tarif tol tersebut.

Menurutnya, dikembalikan kepada publik artinya ruas jalannya tetap tol, tetapi para pemakai fasilitas itu tidak lagi dikenai biaya seperti di negara-negara lain. Selain itu setiap terjadi kenaikan tarif harus dibarengi oleh perbaikan pelayanan. "Tetapi, kenyataannya perbaikan pelayanan yang dijanjikan kepada pengguna jalan tol seiring dengan kenaikan tarif tahun lalu, tidak seperti yang diharapkan," ungkapnya.

Setiap hari terutama pada jam-jam sibuk dan menjelang hari-hari raya, akhir pekan atau liburan panjang, lanjut Tulus, ruas-ruas jalan tol selalu diwarnai dengan kemacetan. Berkaitan dengan seberapa jauh perbaikan mutu pelayanan jalan tol ini telah dilakukan sehubungan dengan kenaikan tarif tahun lalu, maka YLKI akan melakukan jajak pendapat pada masyarakat.

Pertahankan pelayanan
Tentang peningkatan pelayanan ini, Humas PT Jasa Marga, Saragih, mengatakan kenaikan tarif adalah untuk mempertahankan standardisasi pelayanan bagi para pengguna jalan antara lain pemeliharaan dan perbaikan jalan tol. Menurut Saragih, Jasa Marga tidak menganut sistem parsial, artinya ruas jalan tol yang potensial tak hanya membiayai ruasnya sendiri, tetapi juga membantu ruas-ruas lain.

Sementara Tulus menyebutkan, Jasa Marga harus memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang alasan-alasan kenaikan tarif itu sesuai dengan UU No 8 tahun 1999 tentang Hak-hak Konsumen. "Jangan-jangan kenaikan tarif tol ini hanya atas desakan partai-partai tertentu guna mencari dana untuk keperluan pemilu," katanya. (Ant/ima)
Sumber: www.kompas.com, 2 Januari 2004

Kamis, 01 Januari 2004

Kenaikan Tarif Tol Ringankan Keuangan Jasa Marga

Updated: Kamis, 01 Januari 2004, 15:31 WIB
METROPOLITAN


Kenaikan Tarif Tol Ringankan Keuangan Jasa Marga
Jakarta, Kamis
PT Jasa Marga memperkirakan dengan kenaikan tarif tol Jakarta-Cikampek dan penetapan tarif untuk tol ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Tol Cipularang akan memperingan keuangan perusahaan. "Setidaknya pedapatan usaha dari Tol Cikampek akan naik 20-25 persen dari sekitar Rp750 juta per hari," kata Direktur Operasi PT Jasa Marga, Marijanto, di Jakarta, Kamis (1/1).

Kenaikan pendapatan sebesar itu berdasarkan pertimbangan lalu lintas saat ini yang terpecah menjadi dua bagian, sehingga tidak semata-mata keluar ke Cikopo, namun juga sudah ada yang melewati Tol Cipularang. "Tol Cikampek berdasarkan Keppres No 106/2003 rata-rata mengalami kenaikan tarif 25 persen, setelah lebih dari 11 tahun belum pernah mengalami kenaikan," jelas Marijanto.

Meskipun Tol Cikampek rata-rata naik 25 persen, namun PT Jasa Marga tidak menaikkan tarif tol yang memiliki tarif Rp500 seperti ruas Cakung-Bintara, Bekasi Barat-Bekasi Timur, Cibitung-Cikarang Barat, dan Cikampek-Kalihurip.

Sementara itu, ditetapkannya tarif Tol Cipularang melalui Keppres No 105/2003, menurut Marijanto, akan membantu kelanjutan investasi Jalan Tol Cipularang yang saat ini baru menyelesaikan ruas Dawuan-Sadang dan Padalarang Bypass sepanjang 18 kilometer.

"Dengan penetapan tarif tersebut diharapkan investasi di Tol Cipularang akan kembali modal dalam waktu 25 tahun, di samping untuk melanjutkan pembangunan ruas Sadang-Padalarang sepanjang 10 kilometer," paparnya.

Saat ini, investasi dari Tol Cipularang cukup besar, seperti untuk Padalarang Bypass yang investasi di luar lahan mencapai Rp40 miliar per kilometer, sedangkan Dawuan-Sadang mencapai Rp20-30 miliar per kilometer.

"Kita targetkan keseluruhan Tol Cipularang sepanjang 28 kilometer dapat rampung pada tahun 2005, sehingga waktu tempuh dari Sadang menuju Bandung dapat ditempuh hanya 1 jam dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam," ungkap Marijanto.

Tarif baru Tol Cipularang dihitung berdasarkan tarif per kilometer yakni untuk Gol I dan I Umum Rp325 per kilometer, Gol IIA dan IIA Umum Rp487,5 kilometer, Gol IIB Rp650 per kilometer. Sedangkan ruas Cipularang yang dioperasikan baru dua ruas yakni Dawuan-Sadang 12,5 kilometer, dan Padalarang Bypass 5 kilometer.
Sementara itu dengan ditetapkannya tarif tol JORR melalui Keppres 107/2003, PT Jasa Marga mulai menetapkan tarif untuk ruas TMII-Hankam sepanjang 3,4 kilometer dan Pondok Pinang-Veteran 4,5 kilometer yang selama ini masih gratis. Sedangkan untuk ruas Pondok Pinang-Taman Mini Interchange (JORR seksi S) PT Jasa Marga menetapkan tidak mengalami kenaikan. Tarif baru berdasarkan Keppres menetapkan Gol I dan I Umum Rp320 per kilometer, Gol IIA dan IIA Umum Rp480 per kilometer, dan
Gol IIB Rp640 per kilometer.

Dia menargetkan dengan penetapan tarif tersebut maka pendapatan dari JORR akan mengalami kenaikan sebesar 15 persen dari sekitar Rp330 juta per hari.

PT Jasa Marga akan melanjutkan pembangunan JORR ruas Hankam-Cikunir sepanjang 9 kilometer dan Veteran-Ulujami yang sedang dalam proses pembebasan lahan diharapkan empat bulan sejak Januari 2004 sudah dapat diselesaikan. Selanjutnya pembangunan akan dilanjutkan dari Ulujami menyambung Tol Serpong yang diharapkan dapat selesai tahun 2005, serta diharapkan awal tahun 2006 seluruh JORR dapat diselesaikan.

Sampai akhir tahun ini, PT Jasa Marga memperkirakan pendapatan usaha yang diperoleh sebesar Rp1,4 triliun dengan keuntungan Rp200 miliar lebih tinggi dari target sekitar Rp170 miliar.

Pendapatan tahun 2004, menurut Marijanto diharapkan dapat mencapai Rp1,7 triliun, bunga dan pinjaman Rp500 miliar serta biaya operasi diperkirakan 60 persen dari total pendapatan. "PT Jasa Marga tahun 2004 merencanakan akan memperkuat modal usaha (equity) sebesar Rp1 triliun melalui penjualan saham apabila mendapat persetujuan dari pemerintah," ungkapnya.

Sedangkan untuk investasi dibutuhkan dana sekitar Rp3 triliun dan diharapkan dapat diperoleh dari pinjaman bank dan penerbitan obligasi. (Ant/ima)
Sumber: www.kompas.com, 1 Januari 2004