Senin, 24 Maret 2003

Berita Harian 2003, Hero tidak bagikan deviden

Senin, 24 Maret 2003 
Berita Harian 2003, HERO tidak bagikan deviden
Manajemen Hero Supermarket (HERO) memutuskan untuk tidak membagikan deviden untuk tahun buku 2002. Presiden Direktur HERO Ipung Kurnia mengatakan HERO akan menggunakan labanya untuk membuka gerai baru yang membutuhkan investasi sedikitnya Rp100 milyar.

Sepanjang tahun 2002, HERO meraih laba bersih sebesar Rp30,6 milyar atau turun 50% dari tahun 2001 yang mencapai Rp61,88 milyar. Selama beberapa tahun terakhir, HERO juga tidak membagikan devidennya kepada pemegang saham. Terakhir kali HERO membagikan deviden untuk kinerja tahun 1997 sebanyak 33% dari laba bersih atau Rp35 per saham.

Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) memberikan toleransi kepada emiten untuk tidak membagikan deviden selama tiga tahun berturut-turut. Namun Direktur HERO Steve Sondakh mengatakan aturan bursa baru membolehkan emiten tidak membagikan deviden meski sudah dari tiga kali sepanjang ekspansi.

Ipung mengatakan tahun ini pihaknya akan membuka 3-5 gerai supermarket Hero, 2-3 hypermarket Giant, beberapa minimarket Star Mart dan Apotik Guardian. Setiap gerai supermarket tersebut membutuhkan dana Rp5 milyar - Rp6 milyar sedangkan untuk hypermarket Rp30 milyar.

Untuk ekspansi tersebut, HERO mengalokasikan dana Rp100 milyar dari cash flow perusahaan. Ipung memperkirakan anggaran tersebut cukup untuk dana ekspansi tahun ini.
Sumber: www.indofinanz.com, Senin, 24 Maret 2003