Kamis, 10 Agustus 2000

Musikologi Nita Tilana

Kamis, 10/08/2000 14:32 WIB
Musikologi Nita Tilana
Pub Dilakoni, Potlot Dijalani

Sri Widyati - detikHot
Jakarta Hari ini, Kamis (10/8/2000) penggemar musik Indonesia dirundung duka lantaran kepergian penyanyi juga presenter Nita Tilana. Sebagai penyanyi, karir Nita benar-benar dimulai dari bawah. Ia pernah menjadi penyanyi Pub sebelum akhirnya mengorbit di jajaran penyanyi top.

Sejak SD Nita Tilana telah tertarik dengan dunia vokal dan sering mengikuti lomba menyanyi. Salah satunya, Nita yang biasa dipanggil Nitnot ini mengikuti lomba menyanyi antar SD se-Bandung dan meraih juara pertama. Nita juga menjuarai berbagai lomba puisi yang diadakan.

Menginjak bangku SMA, Nita semakin mantap berkiprah di dunia tarik suara. Bahkan pemilik berat 45 kg
dan tinggi 157 cm ini menjadikan nyanyi sebagai pilihan profesinya. Nita benar-benar memulai karir nyanyi dari nol. Ketika itu ia dibayar Rp 100 ribu saat menyanyi pada acara Dies Natalis Universitas Padjadjaran Bandung.

Nita yang lahir pada tanggal 8 Oktober 1967 ini tak lain adalah kakaknya Armand Maulana (vokalis Gigi) dan saudara Ria HD (manajer Desy Ratnasari), Ray Bachtiar (Fotografer), dll. Nita serius menekuni dunia nyanyi dengan menghibur tamu-tamu dengan suara emasnya di pub-pub.

Namun di tahun 1987, Nita tak lagi bernyanyi di pub. Ia juga meninggalkan bangku pendidikannya di
Akademi Perniagaan Bandung akibat terguncang ditinggal sang ibu yang telah wafat.

Namun atas desakan keluarganya, Nita kembali nyanyi di pub. Nita mulai menjadi penyanyi pub, atas ajakan Pretty, personil Pretty Sister dan bareng Ricky Johannes. Pertama kali tampil di sebuah pub hotel berbintang 5, diakuinya, grogi luar biasa. Di sini Nita membawakan lagu-lagu Top 41. Sedangkan sebelumnya, Nita lebih sering menyanyikan lagu-lagu pop rock. Ketika itu, Nita merasa mulai dari nol lagi.

Selanjutnya, Nita dikontrak nyanyi oleh Coca Cola selama delapan bulan. Untuk memuluskan karir musiknya, Nita kemudian pindah ke Jakarta pada tahun 1989.

Karir Nita semakin menanjak, terutama setelah dianggap mampu menjadi vokalis band Drive One Band dari Surabaya yang dikontrak Pizza Ria, Hotel Hilton Jakarta. Bersama grup band itu kemudian dikontrak di Surabaya untuk manggung selama 8 bulan. Dari sana, ia dikontrak nyanyi di pub and bar
O'Reiley's di Grand Hyatt Jakarta untuk happy hours selama 1,5 tahun.

Menyusul kemudian panggung Tavern, pub di hotel Aryaduta selama 2 tahun. Bahkan, di tahun 1990, bersama 8 temannya, tiga di antaranya wanita, membentuk band bernama Front Page. Mereka sempat berkibar dan menjadi grup termahal di ajang panggung pub. Namun sayang karena akhirnya harus bubar.

Di tengah malang melintangnya sebagai penyanyi pub, Nita juga beberapa kali menjadi penyanyi latar untuk panggung Kla Project, Anggun C. Sasmi dan Harry Mukti. Selain itu, bersama Dewi Gita dan Netta Kusuma Dewi sebagai penyanyi latar untuk album Leo Kristy, Franky Sihalatua sampai Ronnie Sianturi.

Setelah grupnya bubar, Nita menyanyi di Hotel Grand Hyatt, Tavern dan berbagai pub. Selain olah vokal, Nita juga melatih kelenturan tubuhnya dengan berlatih tari Sunda, tarian yang dia pelajari sejak usia belasan tahun. Orang tuanya sendiri memang penari dan pelantun lagu Sunda.

Selain menyanyi di berbagai panggung hiburan, ia juga ikut mangkal di Gang Potlot, markas kelompok Slank. Sebelumnya, selama di Surabaya Nita juga akrab dengan para personel Grass Rock yang kebetulan mereka masih sepupu Bimbim (drummer Slank).

Ketika nongkrong di Potlot itulah ia diajak oleh Bimbim yang kebetulan mencari vokalis untuk bandnya. Lantas Nita dijadikan vokalis Slank formasi lama. Nita yang ketika itu menyukai musik Suzie Quatro dan Joan Jett merasa cocok dengan warna musik Slank.

Karirnya mulai terangkat ketika Nita merilis album pertamanya yang bertajuk "Kau Bohong" dengan lagu hits 'Tak Ada Waktu' (1996) di bawah label Atlantik Records. Proses pembuatan album pertamanya bisa dibilang lama sekali, yaitu sekitar empat tahun.

Lagu 'Tak Ada Waktu' itu juga dilengkapi dengan video klip yang apik, sehingga dalam acara yang digelar Video Musik Indonesia (VMI) berhasil menggaet juara terbaik untuk kategori The Best Interpreter 1997-1998. Album ini beredar di Indonesia dan terjual 15 ribu kopi.

Selain menyanyi Nita juga pernah main sinetron, diantaranya 'Dua Rembulan, Meja Tiga' (ANteve),
'Sebuah Permintaan' (SCTV) dan 'Sketsa Orang Kota' (TPI). Nita juga memiliki butik yang bernama Nitnot.

Tentang pribadi, Nita Tilana selalu memotong pendek rambutnya sejak kecil. Ia juga kerap menggunakan
kaca mata trendi dengan berbagai corak, bentuk dan warna. Gaya berkacamatanya sering mengingatkan kita pada penyanyi Amerika, Lisa Loeb. Gaya berkacamata tersebut dimulai semenjak Nita didaulat untuk menjadi presenter "Panorama" di Anteve.

Putri nomor lima dari enam bersaudara pasangan Tubagus Ahmad Drajat dan (almarhumah) Endeh Khadijah ini merencakan untuk segera merilis album keduanya. Album tersebut telah direncanakan sejak tahun 1997.

Di tahun 1997, Nita sudah mengoleksi dua lagu yang bakal dimasukkan pada album keduanya. Salah satu lagu mengangkat kenangannya pada almarhumah ibunda yang rencananya akan diberi judul 'Cinta Ibu.' Sedang satu lagu lainnya, belum ditentukan judulnya karena masih dalam proses. Di album keduanya ini, Nita ingin mengetengahkan masalah cinta dan kehidupan keseharian.

Tentang irama musik dalam album kedua itu, Nita akan mempertahankan warna middle (riang) seperti pada album "Kau Bohong." Di album dua tersebut, Nita juga ingin memasukkan karya sendiri yang dipelajarinya dari Nugie Nugraha, pacarnya sebelum menikah dengan Rully.

Namun semua angan tentang album kedua tersebut buyar lantaran Nita terkena sakit di tahun 1999. Di tahun itu juga, bulan Oktober 1999, Nita Tilana melangsungkan perkawinannya dalam adat Sunda dengan
Achmad Rully Amada Kusumawijaya, pria Bogor keturunan Jepang, setelah Nita putus hubungan dengan Nugie beberapa tahun sebelumnya. Ketika menikah ini, Nita sudah mengalami sakit dan sedang menunggu hasil diagnosa dokter.

Nita sempat mengalami dua kali perawatan di General Hospital, Singapura, untuk melakukan penyinaran radioterapi. Rencananya Nita akan menjalani perawatan yang ketiga kalinya di Singapura namun belum sempat ia keburu dipanggil Tuhan, hari Kamis (10/8/2000), pukul 11.15 WIB.

Selama sakitnya, Nita tinggal di rumah barunya di kawasan Persada Kemala, Jakasampurna, Kalimalang, Bekasi Barat, Bekasi, Jawa Barat bareng suami yang setia mendampinginya, Rully. Dan kini tak ada waktu lagi yang tersisa untuk Nita Tilana. (wid)
Sumber: www.detikhot.com, Kamis, 10 Agustus 2000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar