Rabu, 13 Maret 2013

Irzen Octa News


Irzen Octa News

Foto Syur Irzen Octa - Irene Anastasia Mulai Diselidiki Kepolisian
Sabtu, 17 Mei 2003 07:01
Kapanlagi.com - Perdebatan mengenai keaslian foto adegan syur antara pemeran Tuanku Raja Sidaresa dalam sinetron Satria Halilintar, Irzen Octa dengan personel Wonder Girls, Irene Anastasia, masih belum tuntas. Sebagian yakin foto-foto tersebut memang asli, sebagian lain meragukannya dan menduga pemalsuan. Sekarang pihak Kepolisian mulai turun tangan. Saat ini aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan karena dianggap ada unsur pidana dalam gambar-gambar tersebut. 

Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Komisaris Besar Prasetyo. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah meneliti dan menyelidiki kasus tersebut dalam kaitan untuk memosisikan kasus itu secara jelas. 

Masih menurut Prasetyo, foto adegan syur yang dilakukan oleh pekerja seni tersebut memang mengandung unsur pidana. Namun pihak polisi sendiri harus meneliti dengan saksama, khususnya yang menyangkut kepada personal yang tampil di dalam foto tersebut. 

Yang jadi pertimbangan pihak kepolisian saat ini apakah foto itu sengaja dibuat dan untuk dipublikasikan atau foto tersebut diambil tanpa sepengetahuan korban. Untuk itulah, kepolisian kini tengah meneliti dan berpikir untuk memastikan ke arah mana kasus foto tersebut.

Sampai saat ini, pihak kepolisian sendiri mengaku belum menerima laporan pengaduan dari kedua orang tersebut berkaitan dengan beredarnya foto mereka. Padahal laporan mereka akan mempermudah penyelidikan pihak kepolisian. 

Meskipun tanpa pengaduan, baik dari Irzen, Irene atau keluarga mereka, pihak polisi akan tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkapkan kebenaran dan siapa yang berada di balik penyebaran foto-foto syur tersebut. (*/dar)

Irzen Octa Dipanggil ke Polda
Selasa, 20 Mei 2003 21:07
Kapanlagi.com - Hari ini (20/5) Irzen Octa dipanggil ke Polda Metro Jaya sehubungan dengan foto-foto syurnya dengan mantan selingkuhannya, Irene Anastasia. Sedangkan Irzen sendiri baru akan dipanggil Polda pada Rabu (21/5) besok. Seperti telah diberitakan sebelumnya, foto-foto mereka berdua yang tengah beradegan 'mesum' tersebar di internet.

Menurut pakar multimedia, Roy Suryo yang juga telah dipanggil Polda sebagai Saksi ahli menjelaskan dan membenarkan bahwa foto-foto tersebut adalah asli dan bukan hasil rekayasa.

Sementara saat ditemui di kediamannya di Jatibening Estate, Bekasi, Jawa Barat, Irma Esi Ronaldi, istri Irzen enggan bicara banyak soal kasus yang menimpa suaminya yang pemeran sinetron Angling Dharma dan Satria Halilintar ini. Esi juga meminta seandainya kasus ini benar terjadi, pihak-pihak yang merasa dirugikan memaafkan sang suami. Jika tidak, mantan pesinden ini mengaku sedih karena suaminya dijadikan komoditas yang membuat keluarga besarnya malu. (stv/dar)

Irzen Octa Diperiksa Polda Metro
Rabu, 21 Mei 2003 15:43
Kapanlagi.com - Perasaan Irzen Octa serba tidak enak. Heboh foto panasnya dengan mantan selingkuhannya Irene Anastasia, personel girlsband Wonder Girls, membuat pria kelahiran Pasuruan, 29 November 1960 ini terguncang. Apalagi, gara-gara gambar yang diyakini asli oleh pakar inilah, dia harus berurusan dengan polisi. Suami mantan pesinden Irma Esi Ronaldi ini diperiksa di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/5).

Salomo, SH yang ditunjuk sebagai pengacara mengatakan, Irzen diperiksa sebagai saksi dalam kasus gambar-gambar porno tersebut. Meski begitu, perasaan Irzen masih tak menentu. Untunglah istri dan anaknya sudah tenang. Begitu juga dengan lingkungan sekitarnya yang sikapnya masih sama. Dia cuma berharap kasus ini tak terjadi lagi pada siapa pun. "Karena perasaannya, sebagai perempuan, nggak enak," kata Irzen. (sct/erl)

Irma Esi Ronaldi Meminta Irzen Octa Dimaafkan
Senin, 12 Mei 2003 15:16
Kapanlagi.com - Tepat di Hari Valentine, 17 Mei 2003 yang jatuh pada Sabtu, Citra Iriani Toer, anak bungsu pasangan Irma Esi Ronaldi-Irzen Octa, berulang tahun ke-7. Irma Esi Ronaldi, istri Irzen sekaligus ibu tiga anak tersebut juga nampaknya enggan bicara banyak soal kasus yang menimpa suaminya yang pemeran sinetron Angling Dharma.

Ia cuma mengaku heran dengan adanya pihak-pihak yang meng-ekspose kasus yang di mata mereka sebagai ujian buat Irzen sekaligus keluarga besar. Bahkan, Irma dengan tegas meminta para kuli tinta untuk tidak mencari makan di atas penderitaan orang lain. "Kalau ini tidak benar, fitnah. Fitnah itu dosa besar dan akan masuk neraka paling bawah," kata pelantun lagu Bengawan Solo di sela-sela acara ulang tahun Citra Iriani Toer di McDonalds Shophouse Pondok Bambu, Jakarta Timur. Irma juga meminta seandainya kasus ini benar terjadi, pihak-pihak yang merasa dirugikan memaafkan sang suami. Jika tidak, mantan pesinden ini mengaku sedih karena suaminya dijadikan komoditas yang membuat keluarga besarnya malu. (sct/erl)

Irzen Octa Dalam Kondisi Koma
Senin, 14 Juli 2003 08:09
Kapanlagi.com - Artis Irzen Octa dirawat Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur, dalam kondisi koma. Keterangan pers dari RS menyebutkan Irzen datang dengan luka dan patah pada siku. Setelah lukanya dioperasi, bintang sinetron Satria Halilintar itu tak sadarkan diri.

Dokter Salim Haris dari RS Harum memberikan keterangan. "Saat ini kondisinya koma disebabkan perdarahan otak," kata dia. Dokter Salim juga menyebutkan, dalam pembuluh darah Irzen terdapat kantung yang terbentuk sejak kecil. Kantung itu yang menyebabkan suami mantan pesinden Irma Esi Ronaldi ini kerap menderita nyeri saat batuk atau mengejan. Nah nyeri itu bisa mendorong pembuluh darah pecah. "Setelah pecah, terjadilah perdarahan di otak," lanjut dia. 

Sementara Pradipta Anindita Toer, anak sulung Irzen, memohon maaf kepada publik karena belum bisa memberikan keterangan. "Saya mohon doa dari pemirsa, semoga papa saya (Irzen) diberi kesehatan," kata dia. (sct/erl)

Simpang-Siur Khabar Penyebab Koma Irzen Octa
Rabu, 16 Juli 2003 06:26
Kapanlagi.com - Penyebab koma yang dialami artis sinetron Irzen Octa hingga kini masih simpang siur. Menurut artis Suzana Ameilia yang menjenguk pemain sinetron Satria Halilintar ini di Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur, Irzen koma setelah dioperasi di kepala. "Setelah operasi mas Irzen sempat sadarkan diri," kata Suzana. "Namun tiba-tiba ada gangguan pernapasan dan langsung koma," sambungnya.

Suzana membantah kabar yang menyebutkan bahwa Irzen koma karena overdosis narkoba dan percobaan bunuh diri. Suzana menganggap kabar itu fitnah dan tidak etis dilayangkan saat keluarga Irzen tengah berduka. "Keluarga sangat terpukul. Jangan ditambahkan berita miring," Suzana berharap.

Setahu Suzana, Irzen jatuh dan kepalanya tertembus pecahan kaca. Selama ini memang Irzen sering pingsan dan tiba-tiba ambruk. Bahkan menurut sepupu Endang S. Taurina ini, Irzen sering pingsan sejak dibangku kuliah.

Pradipta Anindita Toer, anak sulung Irzen, atas nama keluarga meminta masyarakat mendoakan untuk kesembuhan ayahnya. Sementara ini keluarga, menurut Pradipta, pasrah sambil tetap optimistis. (stv/dar)

Sakitnya Irzen Octa Dipastikan Bukan Karena Narkoba
Jum'at, 18 Juli 2003 06:19
Kapanlagi.com - Berita penyebab koma artis sinetron Irzen Octa masih simpang siur. Berbagai isu merebak mulai dari mencoba bunuh diri, overdosis, terkena guna-guna hingga Irzen dikabarkan telah meninggal dunia. Kondisi ini meresahkan keluarga besar alm. Pramudya Ananta Toer dan Roosniah Bakrie. Namun, Salim Haris, dokter syaraf yang menangani pemeran Tuanku Raja Sidareja dalam Satria Halilintar ini memastikan Irzen bebas dari obat-obatan terlarang. "Irzen clean [bersih]," kata Salim, mantap.

Hal serupa juga diungkapkan Nunun Nurbaeti, kakak Irzen. "Terlalu mengada-ada, itu bohong semua," ujar dia dengan nada tinggi. Nunun berharap semua pihak membantu meringankan musibah yang bertubi-tubi menghantam Irzen dan keluarganya. Apalagi ibu, adik ipar, dan keponakannya benar-benar terpukul dengan pemberitaan yang serba negatif tersebut. "Tolong deh," ujar ucap dia. (stv/dar)

PARSI Gelar Aksi Soldaritas untuk Irzen Octa
Senin, 21 Juli 2003 08:08
Kapanlagi.com - Penderitaan yang dialami Irzen Octa mengugah solidaritas para artis. Mereka yang tergabung dalam wadah Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI) seperti Suzana Ameilia, Jihan Fahira, dan Lilis Sugandha menggelar aksi solidaritas untuk Irzen Octa.

Mereka juga mengumpulkan dana untuk membantu biaya perawatan Irzen. "Bukan bermaksud untuk menyinggung pihak keluarganya," tambah Suzana Ameilia yang selama ini dikenal sebagai sahabat si 'Tuanku Raja Kumis'.

PARSI juga menghimbau Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur, untuk menjelaskan kepada pihak keluarga maupun media massa mengenai kondisi Irzen saat ini. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum PARSI Anwar Fuadi mengingat terputusnya kronologis peristiwa Irzen yang masuk RS karena menderita luka di lengan namun akhirnya dikabarkan koma. 

"Keterangan itu diharapkan dapat meredam dan menangkal isu malpraktik," tambah Anwar Fuadi. Acara tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk Irzen Octa. (sct/erl)

Irzen Octa Mulai Membaik
Kamis, 24 Juli 2003 21:32
Kapanlagi.com - Tanda-tanda kesembuhan Irzen Octa yang sedang dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur, mulai tampak. Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh Roosniah Bakrie, ibunda Irzen. Saat itu, Roosniah tengah berdialog dengan anaknya. Tangannya yang sedang menggenggam tangan pemeran Tuanku Raja Sidareja dalam sinetron Satria Halilintar, merasakan gerakan walaupun hanya sebentar. "Sekitar sepuluh detik," ujar Roosniah berbinar-binar.

Irzen juga menunjukkan gejala kesembuhan lain. "Badannya seolah ingin bernapas sendiri," tambahnya. Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga sangat bersyukur. Menurut Roosniah, kondisi Irzen Octa yang semakin baik adalah berkat doa dan usaha semua pihak. Hingga kini, keluarga terus menerus melaksanakan pengajian dan memohon kepada Tuhan untuk kesembuhan suami Irma Esi Ronaldi

Roosniah kembali meminta kepada saudara, teman, ataupun penggemar Irzen untuk ikut mendoakan kesembuhan anak tercintanya itu. "Semuanya ikut berdoa," pinta Roosniah. (stv/dar)

Dokter RS Harum Membantah Malpraktik
Jum'at, 25 Juli 2003 20:37
Kapanlagi.com - Tak ada malpraktik menyangkut perawatan Irzen Octa. Bantahan ini ditegaskan tim dokter Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur, yang menangani pemeran Tuanku Raja Sidareja dalam sinetron Satria Halilintar itu.

Dokter Salim Haris, salah satu anggota tim medis yang merawat Irzen Octa, mengatakan, hingga kini, belum ada perkembangan menyangkut kondisi kesehatan suami Irma Esi Ronaldi itu. "Otak dan batang otak tidak berfungsi," kata Salim. Dia menambahkan, jantung Irzen juga melemah ketimbang sewaktu dia baru masuk RS.

Dugaan malpraktik memang sempat merebak menyusul kondisi kesehatan Irzen Octa yang masih kritis meski sudah dirawat di sana sejak dua pekan silam. Persatuan Artis Sinetron Indonesia (Parsi) bahkan mengeluarkan petisi agar pihak RS Medistra menjelaskan kepada keluarga dan masyarakat nelalui pers tentang kronologi sakitnya Irzen.

Ketua Tim Advokat bagi Rakyat Korban Malpraktik Dokter dan Rumah Sakit Ruhut Sitompul mengatakan, pihaknya belum menuduh RS Harum melakukan malpraktik. Cuma, dia mempertanyakan, perihal penyakit Sukma sudah dideteksi sejak dini atau belum. "Apa RS Harum masih mampu menangani Irzen apa perlu dikasih referensi?" kata Ruhut.

Pencipta lagu Reynold Panggabean mengaku pernah mengalami malpraktik saat sakit beberapa waktu silam. Penabuh drum The Mercy`s dan pendiri grup dangdut Tarantula ini mengaku dirawat di sebuah rumah sakit tanpa ada diagnosa yang tepat. Buntutnya, suami Anna Tairas itu sempat koma selama lima hari. Saat ini, Reynold juga mengaku, keseimbangan tubuhnya terganggu. "Pita suara saya juga agak rusak," kata Reynold. (stv/dar)

Zarima akan Bikin Kejutan di Akhir Juli
Rabu, 30 Juli 2003 17:16
Kapanlagi.com - Usai menjenguk Irzen Octa di Rumah Sakit Harum, Jakarta Timur, Sabtu (26/7), mantan Ratu Ekstasi, Zarima, memberikan pernyataan yang mengejutkan kepada sejumlah wartawan yang selama beberapa hari belakangan betah "ngepos" di sana. Katanya, ia akan memberikan kejutan di akhir Juli 2003, tepatnya pada hari Kamis, tanggal 31 lusa. 

"Datang ya, ke News Cafe Kemang. Aku pingin bikin acara yang mengejutkan. Waktunya sore hari kok," demikian kata wanita bernama lengkap Zarima Mirafsur yang pernah mendekam selama 3 tahun di LP Wanita, Tangerang, akibat terlibat kasus narkoba.

Apakah Zarima ingin mengumumkan sesuatu yang penting, misalnya siapa bapak dari anak yang dilahirkannya? Ataukah meluncurkan buku biografi tentang perjalanan hidupnya yang bolak-balik diciduk polisi? "Udah deh, tunggu aja tanggal mainnya," elak wanita kelahiran Jakarta, 3 Maret 1974 ini. 

Bebebapa waktu lalu, memang sempat terdengar kabar kalau Zarima ingin menulis kisah perjalanan hidupnya yang penuh masalah. Mungkinkah kejutan di akhir bulan nanti itu adalah peluncuran bukunya itu? Siapa tahu? 

Kondisi Zarima memang terlihat berubah. Residivist ini kelihatan lebih tenang dan sudah punya kepercayaan diri lagi. Tubuhnya lebih kurus dari sebelumnya. "Memang sekarang aku lagi diet ketat dan melakukan perawatan wajah," jelasnya sambil tertawa. Bukan tidak mungkin pula ia akan kembali main film atau sinetron seperti pernah dilakoninya dulu sebelum tertangkap. (dst/erl)

Irzen Octa Dirawat, RS Medistra Bak Lokasi Syuting
Kamis, 31 Juli 2003 07:42
Kapanlagi.com - Kondisi artis sinetron Irzen Octa belum juga menunjuk ke arah perbaikan. Memasuki hari ke-19, kondisi pemeran pendukung Angling Dharma itu justru dikabarkan bertambah parah. Seiring dengan itu, kalangan artis, mulai dari papan atas hingga artis karbitan terus berdatangan. Dan ini membuat suasana Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur, lebih ramai dibanding hari-hari sebelum pemeran Tuanku Raja Sidareja itu dirawat. 

Kondisi Irzen pun mendapat empati para penggemar. Salah satunya adalah seorang ibu yang membawa bunga. Menurut Widodo, kepala keamanan RS, sang ibu menyebutkan bahwa anaknya terus menangis karena ingin menjenguk Irzen. Sang ibu akhirnya mengaku puas bisa menyampaikan amanah anaknya, meski hanya diterima keluarga Irzen. Perubahan suasana juga diakui Wulan, pengunjung RS. Bagi Wulan, situasi itu cukup menyenangkan karena ia bisa bertatap muka langsung dengan sejumlah artis idolanya.

Lain halnya dengan para petugas cleaning service. Kedatangan rekan-rekan Irzen justru membuat mereka lebih sibuk. Dede dan Lukman kini harus setiap saat membersihkan lantai koridor RS. Biasanya, aksi bersih-bersih tak dilakukan setiap waktu. Tapi setelah Irzen dirawat, mereka diberi tugas ekstra dengan alasan supaya tidak ada yang complain. "Biar pasiennya merasa puas," aku Lukman. (*/dar)

Meski Masih Terbaring, Album Irzen Octa Segera Diluncurkan
Jum'at, 01 Agustus 2003 22:34
Kapanlagi.com - Hampir tiga pekan, artis Irzen Octa tak sadarkan diri di Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur. Kabarnya, hal ini membuat peluncuran album kompilasi yang juga didukung Irzen ditunda. Nah, baru-baru ini, Iwan Sastrawijaya, sang produser, memutuskan untuk mengeluarkan album Irzen. Apalagi, proses rekaman dan pembuatan video klip sudah dilakukan saat laki-laki berkumis itu masih sehat.

Iwan mengatakan, meski belum pernah rekaman sebelumnya, Irzen memiliki bakat menyanyi. Hal yang paling menonjol dari bintang sinetron Dendam Nyi Pelet 3 itu adalah kemampuannya menghayati lagu. "[Menghayati] itu penting selain kemampuan bernyanyi," kata Iwan.

Tak mudah mengajak Irzen masuk dapur rekaman. Beberapa kali suami mantan pesinden Irma Esi Ronaldi itu menolak tawaran Iwan. "Akhirnya saya paksa. Saya bilang, kalau [suara] kamu (Irzen) jelek. Saya sebagai produser juga nggak mau," kata Iwan. (stv/dar)

Album Irzen Octa : Kompilasi lagu-lagu Terbaik Rinto Harahap
Rabu, 06 Agustus 2003 11:09
Kapanlagi.com - Selain punya keahlian akting, diam-diam rupanya Irzen Octa (43) punya bakat luar biasa di ranah tarik suara. Tidak percaya? Sedianya, pada 11 Agustus nanti, artis yang sedang tidak sadarkan diri selama beberapa pekan di rumah sakit itu, akan merilis album perdananya yang bertajuk Single Hits Irzen Octa by Rinto Harahap, produksi PT Blackboard Indonesia.

Album tersebut memang agak berbeda dari pada yang lain, tidak semua tembang dinyanyikan oleh Irzen. Karena ini merupakan album kompilasi lagu-lagu terbaik karya Rinto Harahap untuk soundtrack sinetron, beberapa artis turut dilibatkan dalam penggarapannya. Cut Memey dan Pance Pondaag turun urun suara, sementara Irzen kebagian melantunkan dua tembang, Terlambat Sudah dan Kucari Jalan Terbaik, dari sinetron Dia yang dibintangi Lidya Kadouw.

Sebelum terjatuh sakit, Irzen memang banyak terlibat dalam berbagai kegiatan. Selain pemotretan dengan fotografer kondang Darwis Triadi, pemeran Aki Buto Ijo dalam sinetron Dendam Nyi Pelet 3 ini sempat rekaman untuk lagu yang akan segera dirilis ini. Dan yang menarik, Irzen ternyata juga akan merilis album lain yang diproduksi oleh Aquarius Musikindo. Namun hingga kini belum jelas kapan album itu bakal dirilis. Kabarnya, menantikan kesembuhan Irzen Octa.

Lantas bagaimana dengan kualitas suara Irzen? Sekedar aji mumpungkah dia? Berikut pengakuan Iwan Sastrawijaya, produser album ini: "Pada dasarnya Irzen punya bakat menyanyi yang luar biasa. Tinggal genjot teknik vokalnya saja. Sedangkan karakter vokal Irzen sangat bagus dan kuat," jelas Iwan.

Menurut Iwan, proses rekaman album berisi 15 tembang ini, terbilang singkat. Hanya butuh waktu 3 bulan belaka, dari bulan April hingga Juni 2003. "Irzen sendiri masuk studio rekaman sekitar Mei kemarin," ujar Sanny.

Sementara kondisi Irzen saat ini sudah berangsur membaik. Mantan selingkuhan Irene Anastasia, personel Wonder Girls ini, sudah tidak tergantung lagi dengan obat-obatan. Bahkan ia sudah bisa bernafas dengan hidungnya sendiri, alias tanpa bantuan slang oksigen lagi. (isb/erl)

Kisah Hidup Zarima Akan Ditulis Dalam Komik
Minggu, 10 Agustus 2003 06:13
Kapanlagi.com - Puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan infotainment memang boleh kecewa lantaran saat datang ke News Cafe Kuningan pada 31 Juli lalu ternyata tak mendapatkan informasi yang diharapkan dari sosok artis yang juga sempat menyandang predikat Ratu Ekstasi, Zarima Mirafsur.

Hal ini lantaran ia hanya menjadi pembuka sebuah acara mengenai komik dan bukan untuk mengumumkan siapa ayah dari anak semata wayangnya seperti yang sebelumnya santer diduga.

Kendati kecewa, akan tetapi toh niat Zarima untuk meluncurkan buku biografinya bukan sebuah wacana semata. "Saya memang akan tetap membuat buku otobiografi. Akan tetapi berbeda dari yang sudah pernah ada," jelasnya ringan. Tentang perbedaannya menurut Zarima lantaran kisah perjalanan hidupnya tak hanya ditulis gamblang begitu saja akan tetapi dikemas dalam versi komik. Sebelumnya sudah pernah terbit komik biografi antaranya Megawati dan Amien Rais.

"Untuk hal ini saya sudah berkonsultasi dengan Masyarakat Komik Indonesia (MKI) dan mereka sudah memberi tanggapan positif," jelas artis kelahiran Jakarta, 3 Maret 1974 ini.

Mengenai apa yang menjadi alasannya membuat bentuk komik, Zarima mengaku lantaran memang ingin beda dari yang sudah ada, tapi juga lantaran ia tak ingin menyinggung siapapun nanti. Lewat komik ia juga berharap perjalanan hidupnya menjadi contoh buruk bagi masyarakat muda saat ini. Sekadar mengingatkan, ia pernah harus mendekam di penjara setelah ditangkap basah dengan barang bukti berupa 30.000 butir pil ekstasi.

Dalam komik perjalanan hidupnya, Zarima katanya akan menceritakan secara gamblang apapun. Sejak dari masa kecil hingga kesedihannya ketika harus mendekam dalam penjara. Akan tetapi ketika ditanya akankah dalam bukunya, ia juga akan membeberkan siapa ayah anaknya yang dilahirkan dalam penjara? Ia memilih bungkam seribu bahasa. (*/lpk)

Irzen Octa Peduli Lelang Lagu Irzen di Hard Rock Cafe
Jum'at, 15 Agustus 2003 21:17
Kapanlagi.com - Sebuah album berisikan suara Irzen Octa dilepas ke pasaran. Peluncuran resmi album ini baru akan dilakukan mulai pada 19 Agustus mendatang di Musro, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Album berjudul Single Hits by Rinto Harahap itu berisikan lagu-lagu soundtrack sinetron Indonesia. Selain Irzen, tampil pula suara sejumlah artis lain seperti; Cut Memey, Pance Pondaag, Jihan Fahira dan Dewi Gita.

Sejumlah musisi kondang Indonesia diharapkan hadir seperti The Fly, GIGI, Slank, Naif dan Melly Goeslaw. Mereka akan tampil sebagai bintang tamu sekaligus membawakan lagu-lagu yang akan dilelang. Dana yang terkumpul dari lelang lagu itu akan disumbangkan seluruhnya buat Irzen yang sampai saat ini masih tergeletak dalam kondisi koma di RS Harum, Jakarta Timur.

Konsep pelelangannya sangat sederhana. Siapa saja yang datang boleh meminta lagu kepada salah satu dari para bintang tamu. Siapa yang berani memberikan harga tinggi untuk satu lagu, maka penyanyinya akan membawakan lagu tersebut.

Selain itu acara launching album itu digelar tak seperti peluncuran album lain yang memakai undangan. Kali ini menggunakan tiket masuk dan bagi mereka yang datang akan mendapat bonus satu kaset kompilasi tersebut. (dis/dar)

Irzen Octa Koma, 'SATRIA HALILINTAR' Ditamatkan
Selasa, 19 Agustus 2003 16:36
Kapanlagi.com - Setelah berupaya untuk tetap menayangkan sinetron serial Satria Halilintar kendati pemeran utamanya Irzen Octa masih terbaring koma di RS Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur, kini Gentabuana Pitaloka memutuskan untuk menamatkannya saja. Sebagai gantinya Budi Sutrisno telah menyiapkan sebuah sinetron drama terbaru yang menghadirkan duet sepasang kekasih Choky Andriano-Jill Carissa dengan tajuk Misteri Legenda Banyuwangi.

Sejak Irzen dikamarkan koma, tentu tak hanya keluarga besar alm. Pramudya Ananta Toer saja yang berduka. Semua kru pendukung Satria Halilintar juga ikut berduka lantaran Irzen adalah tokoh sentral dalam cerita tersebut. Bahkan bisa dibilang ia adalah maskot sinetron tersebut dengan segala cerita yang memang lebih mengarah pada tingkahnya.

Sejak ditayangkan pada pertengahan tahun 2002 lalu, dan juga sensasi Irzen yang menggunduli rambutnya mengikuti musisi Sujiwo Tedjo, serial ini sempat masuk urutan 10 Besar sebagai sinetron yang paling banyak diminati pemirsa.

Itu sebabnya, sutradara Kamandanu yang sebelumnya pernah menegaskan pada disctarra.com, hanya akan membuatnya sepanjang 13 episode kemudian memperpanjangnya dua kali lipat (26), bahkan empat kali lipat (52), dan masih terus. Kalau bisa rencananya sih sampai 78 episode! Namun kemudian terjadi banyak hal yang membuat ratingnya anjlok. Pertama masalah dengan Piet Pagau, pemeran Tuanku Raja Simbolon, kakak Tuanku Raja Sidareja, yang menjadi juragan kerajaan Singosari pertama berlisensi di Jawa Timur. Pertengkaran Piet dengan astrada berbuntut didepaknya pelawak itu dari serial ini.

Absennya Piet Pagau membuat Kamandanu mesti merombak cerita sedemikian rupa. Banyak unsur penarik yang kemudian dihilangkan begitu saja, sebaliknya dimasukkan tokoh-tokoh baru seperti misalnya Afdhal.

Menurunnya rating membuat serial ini dialihkan dari prime time di prime night, malam Minggu, ke Jumat malam!

Menyusul musibah yang menimpa Irzen hingga membuatnya terbaring koma di ruang ICU Rumah Sakit Harum, Jakarta Timur, selama 40 hari lebih belum menunjukkan kemajuan berarti. Maka rating sinetronnya terus menukik, karena alur ceritanya semakin tak menentu. Kalau dulu di awalnya, ratingnya mencapai 11,76, malah sempat sampai 14,2, maka minggu lalu, ratingnya hanya tersisa 4,3.

Pihak Gentabuana Pitaloka mencoba mengakali dengan menempelkan adegan-adegan Tuanku Raja Sidareja. Misalnya saja bagaimana Nyi Ajeng (Revi Mariska) atau menantunya, Sri Buyut (Suzana Ameilia), merindukan Irzen dengan mengenangnya atau membayangkan kebersamaan mereka dulu. Segala yang bertumpu pada masalah Jaka Trowulan (Roy Djordy) dengan Nawangsari (anak Tuanku Raja Sidareja), atau Ki Prabu (Alex Sukamto) dengan isterinya (Diaz Astiza), tak mampu menarik minat pemirsa lagi!

Apa pun upaya yang sudah dilakukan tak menolong banyak, maka pihak SCTV dan Gentabuana Pitaloka sepakat menamatkan serial ini pada episode ke-61 yang ditayangkan pada Jumat malam, 29 Agustus 2003. (dst/erl)


Respon Album Irzen Octa Menggembirakan
Rabu, 20 Agustus 2003 21:32
Kapanlagi.com - Artis sinetron Irzen Octa masih terbaring koma di Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur. Uniknya, di saat pemeran Tuanku Raja Sidareja dalam sinetron Satria Halilintar ini terbujur kaku, album perdananya diluncurkan dan mendapat respons menggembirakan.

Miranda Swaray Goeltom, adik Irzen Octa, termasuk yang bangga dengan peluncuran album tersebut. Album itu menurut dia, cukup mengejutkan. Sebab, proses rekaman dan pembuatan video klip album tersebut tanpa diketahui pihak keluarga.

Miranda mengaku sedih, peluncuran album bertitel Single Hits Irzen Octa tersebut, tak bisa dihadiri kakaknya. Namun, Miranda mengaku tak mau berlarut-larut dalam kesedihan. "Takutnya Mas Irzen sedih juga," kata Miranda.

Sementara Irene Anastasia, mantan selingkuhan Irzen Octa, kembali harus berurusan dengan polisi. Kasusnya sama masih berkaitan dengan foto-foto syurnya dengan Irzen Octa yang menghebohkan. Kali ini personel Wonder Girls ini mengajukan Raenita Agustina dengan tuduhan pemerasan.

Kasusnya bermula ketika Raenita yang warga Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat ini membeli telepon genggam bekas di Grand Mall Bekasi. Belakangan diketahui telepon seluler tersebut berisi foto syur Irene dan Irzen Octa. Raenita kemudian mengembalikan telepon seluler tersebut dan Irene bersedia menukarnya dengan yang baru. Namun, belakangan entah kenapa Irene malah mengadukan Raenita dengan tuduhan pemerasan. (stv/dar)

Jill Carissa Gantikan Irzen Octa
Kamis, 21 Agustus 2003 11:24
Kapanlagi.com - Kevakuman Irzen Octa dalam sinetron Satria Halilintar ternyata punya dampak serius terhadap keberadaan sinetron tersebut. Kabarnya, semenjak Irzen Octa menderita kecelakaan yang sampai saat ini belum sadarkan diri, rating sinetron yang dibintanginya itu terjun bebas. Untuk menghindari dari kondisi yang lebih buruk, Gentabuana Pitaloka, selaku rumah produksi Satria Halilintar dan SCTV, memutuskan untuk mengistirahatkan sinetron komedi ini untuk.

Keputusan untuk mengistirahatkan Satria Halilintar setelah penayangan episode ke-61, atau pada Jumat, 29 Agustus 2003 mendatang. Sebagai gantinya, pada hari dan jam yang sama, SCTV akan menayangkan sinetron Misteri Legenda Banyuwangi yang dibintangi oleh sepasangan artis yang hendak berpacaran, Jill Carissa dan Choky Andriano.

Sinetron arahan Gunawan Pagaru diharapkan mampu memberikan daya pikat tersendiri seperti halnya Misteri Legenda Banyuwangi. Hal in dibenarkan oleh Budi Dharmawan, Humas SCTV. "Sejak Irzen Octa sakit, rating Satria Halilintar langsung turun. Sebagai gantinya, kami sudah menyiapkan sinetron baru yang berjudul Misteri Legenda Banyuwangi. Kami harap Misteri Legenda Banyuwangi bisa memberikan alternatif tayangan yang disukai oleh pemirsa," papar Irzen.

Mengenai lanjutan sinetron Satria Halilintar, Kamandanu, sutradara sinetron tersebut, lebih menyukai istilah diistirahatkan dari pada dihentikan. "kalau diistirahatkan kan masih ada kemungkinan untuk dilanjutkan. Dan memang rencananya Satria Halilintar akan istirahat selama 3 bulan, dan kita masih punya kontrak dengan SCTV hingga 18 episode, berarti masih ada sisa kontrak 28 episode," terang Kamandanu.

Sejatinya, semenjak Irzen sakit, Kamandanu mencoba mengubah jalan cerita dengan mengisahkan Tuanku Raja Sidareja (Irzen Octa) tengah berlibur ke Kerajaan Mataram. Namun, bagaikan sayur tanpa garam. Ketika sosok Tuanku Raja Sidareja yang menjadi ikon Satria Halilintar tidak kunjung muncul, otomatis jumlah pemirsa pun menurun drastis.

Menghadapi kondisi tersebut, dengan fakta dilapangan bahwa Irzen sampai memasuki lebih dari 40 hari belum sadarkan diri, Pihak Gentabuana dan SCTV sepakat untuk mengistirahatkan Satria Halilintar. "Untuk kisah berikutnya, akan kita bikin Satria Halilintar 2," ujar Kamandanu yang masih belum tahu hendak dibawa kemana jalan cerita Satria Halilintar 2 itu nanti. (isb/erl)

Aksi Solidaritas untuk Irzen Octa
Jum'at, 22 Agustus 2003 10:11
Kapanlagi.com - Aksi solidaritas kalangan artis terhadap penderitaan Irzen Octa terus mengalir. Pada Selasa (19/8) malam, beberapa selebriti menggelar acara bertajuk From Me, For Irzen. Malam itu terkumpul dana hampir Rp 500 juta. Inul Daratista memberikan Rp 100 juta, Pengacara Hotman Paris Hutapea menyumbang Rp 200 juta, Debby Sahertian dan rekan memberi Rp 50 juta.

Selain mereka, artis senior Titiek Puspa membeli foto Irzen yang ditandatangani artis yang hadir malam itu senilai Rp 73,5 juta. Foto itu kemudian akan diberikan ke Irzen Octa agar mengetahui teman-temannya masih peduli pada penderitaan yang sedang dialaminya. "Supaya dia seneng," jelas Titiek Puspa (sct/erl)

Muncul Hentakan Kecil di Kaki Irzen Octa
Selasa, 02 September 2003 21:30
Kapanlagi.com - Kondisi Irzen Octa semakin pulih. Berita ini datang dari Mindo Rosalina Manulang dan Sujiwo Tedjo, adik Irzen Octa di Jakarta, belum lama berselang. Mindo menerangkan, kadar trombosit Irzen mulai naik dari 12 ribu liter menjadi 68 ribu liter. Dia berharap trombosit pemain sinetron Angling Dharma itu terus bertambah sampai batas normal. Kaki Irzen juga bisa lebih bereaksi. "Suka menendang," kata Mindo. Hal ini dinilai sebuah kemajuan berarti. Sebab, selama dirawat di Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur, gerakan Irzen hanya berupa sentakan-sentakan kecil pada jari kakinya. "Sekarang gerakan lebih kencang dari pergelangan kaki sampai pangkal paha," jelas Mindo lagi.

Kendati menunjukkan gerakan-gerakan badan, selang yang menempel pada tubuh Irzen belum dicabut. Menurut Sujiwo, napas Irzen lebih panjang dari biasanya. "Saya selalu membisiki dia [Irzen] cepet sembuh," ujar Sujiwo. Dia mengaku terus membisikkan kata-kata di telinga Irzen karena yakin kakaknya bisa mendengar. "Biar kita bercanda sama-sama lagi," lanjut pria berambut kribo itu. Mindo maupun Irzen optimistis Tuhan akan memberi kekuatan buat kesembuhan kakak kedua mereka.

Doa juga tak putus dilontarkan sesama artis. Fariz Djibran dan Peggy Melati Sukma, misalnya. Fariz Djibran yang mengaku baru menengok Irzen merasa senang dengan kabar kesehatan perempuan yang berkepala botak ini. "Jangan pantang menyerah," kata kakak Rizal Djibran ini, berharap. Peggy juga berharap serupa. "Senang ada kemajuan. Saya dan teman-teman mendoakan mas Irzen sembuh," ucap Peggy, tulus. (*/dar)

Irzen Octa Sempat Bernapas Tanpa Alat
Rabu, 24 September 2003 06:11
Kapanlagi.com - Dua bulan sudah artis Irzen Octa terbaring koma di Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur. Selama itu telah berbagai upaya telah ditempuh, namun belum bisa membangunkan Irzen dari koma. Meski demikian, bukan berarti tak ada tanda-tanda kesembuhan. Irzen sempat bernapas tanpa memakai alat bantu. "Waktu itu berlangsung selama tiga jam," ungkap Salim Karim, dokter yang merawat Irzen di Jakarta, baru-baru ini.

Perkembangan kesehatan Irzen memang berlangsung pesat. Berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir, lekukan-lekukan otak pemain sinetron Satria Halilintar itu sudah terlihat. "Artinya, bengkak otaknya sudah berkurang," tutur Salim. Padahal sebelumnya, lekukan-lekukan otak Irzen tidak terlihat.

Nunun Nurbaeti, kakak sulung Irzen mengaku senang dengan perkembangan kesehatan adiknya. Terbukti, kata dia, salah satu alat bantu pernapasan Irzen telah dilepaskan. "Alhamdulillah, 50% dari tubuhnya bisa merespon. Dan, kestabilannya lebih bagus lagi daripada yang dulu-dulu," ungkap Nunun. Karena itu, ia optimistis adiknya bakal sembuh. (*/dar)

Sudah Tiga Bulan Irzen Octa Tak Sadarkan Diri
Jum'at, 10 Oktober 2003 13:30
Kapanlagi.com - Hari Jumat, tanggal 10 Oktober 2003 ini, genap sudah tiga bulan Irzen Octa terbaring tanpa sadarkan diri di Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur. Bahkan menurut salah seorang anggota keluarganya, hingga saat ini Irzen belum menunjukan perkembangan berarti. "Tapi semua itu tetap menunjukan kalau tak ada perubahan berarti," kata dr. Salim Haris SpSk, dokter yang merawat Irzen sejak awal mula.

Walau demikian, sudah tercatat sedikit perubahan pada diri Irzen. Misalnya Irzen sudah mulai memberi respon lewat gerakan kaki. Selain itu, Irzen juga sudah bisa buang air besar secara normal setiap hari. Begitu juga dengan kondisi hemodinamik sudah stabil serta fungsi hati dan ginjalnya juga membaik.

Selain itu, makanan yang bisa diserap Irzen semakin banyak saja. Tapi ini juga bukan perkembangan terlalu baru. "Syukurlah 90 persen makanan cair yang kami masukkan ke tubuhnya bisa dicernanya. Makanan itu terdiri dari jus buah-buahan," kata Salim lagi.

Meskipun tidak ada perkembangan berarti, pihak keluarga tak putus asa. Mereka terus berusaha mencoba berbagai pengobatan. "Pijat alternatif masih rutin kami berikan untuk papa [Irzen], di samping tetap memberikan pengobatan medisnya," ungkap Teta, anak kedua Irzen.

Sebagai catatan, Irzen terbaring di RS Harum sejak 11 Juli 2003 lalu. Saat itu, pria berumur 43 tahun ini dirawat setelah terjatuh di sebuah kafe di Tebet, Jakarta Selatan. Ada pun serial yang melambungkan namanya, Satria Halilintar, kini sedang ditayang-ulang di siang hari. (dst/erl)




Irzen Octa Harus Dipindahkan Kerumah Sakit Lain
Rabu, 05 November 2003 14:37
Kapanlagi.com - 118 hari sudah Irzen Octa berada dalam keadaan Koma. Selain respon yang ia berikan dengan menggerakan kaki, tidak ada perkembangan berarti lainnya. Kemudian muncul kabar bahwa Rumah Sakit Medistra sudah angkat tangan dan karenannya Irzen Octa harus segera dipindahkan ke rumah sakit lain.

Namun menurut Irma Esi Ronaldi, istri dari Irzen Octa menjelaskan bahwa untuk saat ini kelanjutannya belum tahu, tunggu kesadaran Irzen pulih dahulu. Sebab sekarang ini dia masih dalam keadaan koma. Jika ada tanda-tanda yang lebih baik lagi, itu baru ada tindakan selanjutnya.

Keluarga dari Irzen mengaku tetap optimis dan yakin mengenai kesembuhan Irzen. Sebab jika tidak, bagaimana mungkin ia akan memberikan semangat dan dorongan hidup kepada Irzen.

Dokter hanya memberikan laporan mengenai kesehatan Irzen setiap harinya. Mengenai harapan, dokter sendiri pun belum dapat memastikan kapan. (ind/erl)

Irzen Octa Direncanakan Dibawa Pulang
Selasa, 11 November 2003 22:12
Kapanlagi.com - Setelah terbaring selama 4 bulan di RS Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur, Irzen Octa direncanakan akan segera dibawa pulang ke rumahnya. Sekian lama Irzen Octa berada dalam keadaan Koma sementara respon yang diberikan hanya gerakan kaki, tidak ada perkembangan berarti lainnya.

Dokter hanya memberikan laporan mengenai kesehatan Irzen setiap harinya. Mengenai harapan sembuh, dokter sendiri pun belum dapat memastikan kapan.

Masalah biaya juga dianggap menjadi kendala hingga Irzen harus dibawa pulang. Menurut Dr Salim Harris mengatakan bahwa pasien tidak bisa begitu saja dibawa pulang. Harus ada prosedur yang harus dilalui. (rti/dar)

Irzen Octa Segera Dibawa ke Rumah
Kamis, 11 Desember 2003 22:18
Kapanlagi.com - Lima bulan sudah Irzen Octa terbaring koma di RS Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur, namun secara medis belum menunjukkan perkembangan akan membaik, justru sepuluh hari terakhir ini kondisi Irzen menunjukkan penurunan. Demikian pernyataan Dr Salim Haris, SpSk, yang merawatnya.

Saat ini nafasnya sepenuhnya tergantung pada alat bantu. "Sejak sepuluh hari lalu Irzen sudah menggunakan ventilator sepenuhnya untuk membantunya berfapas," katanya. Kondisinya sudah sangat parah karena fungsi pernafasan sudah tidak bekerja sama sekali, begitu pun dengan fungsi otaknya, "Dengan berhentinya nafas, otak Irzen sudah tidak berfungsi sama sekali," begitu penjelasannya.

Bahkan Dr Salim menyebutkan nafas Irzen sempat berhenti. Hal itu terjadi saat keluarganya tengah membahas untuk membawa pulang Irzen ke rumahnya di Kompleks Jatibening Estate, Bekasi, Jawa Barat. Banyak yang menganggap berhentinya nafas ini sebagai reaksi Irzen yang tak mau dibawa pulang. "Saat keluarga sedang ramai-ramai mengungkapkan rencana untuk membawanya pulang, saat itulah nafasnya berhenti. Bisa jadi itu karena dia nggak mau dibawa pulang," jelas Dr Salim lagi.

Tapi sepertinya rencana keluarga Irzen untuk membawanya pulang tetap akan dijalankan. Rencananya, Irzen akan dibawa pulang pekan depan. "Berdasarkan kesepakatan dengan pihak keluarga, Irzen akan dibawa pulang minggu depan. Tapi saya masih belum bisa memastikan harinya apa," lanjut Dr Salim.

Sementara, Adang Darajatun, kakak ipar Irzen mengaku belum tahu pasti apakah akan membawa pulang Irzen atau tetap tinggal di rumah sakit. Yang jelas saat ini keluarga sudah menyiapkan sebuah kamar yang didesain seperti ruang ICU.

Jika nanti Irzen benar-benar dibawa pulang dengan kondisi masih tergantung pada ventilator, bisa dipastikan biaya yang akan dikeluarkan akan semakin banyak. Mengingat semua alat itu harus dibeli atau disewa. Biaya sewanya kata Salim bisa mencapai Rp 80 juta per bulan. Namun tidak ada satu Rumah Sakit pun yang mau meminjamkan ventilator karena justru kekurangan peralatasan elektronik canggih itu. Kalau beli tentu saja ratusan juta rupiah lagi mesti dikeluarkan.

Peralatan yang dibutuhkan antara lain adalah; ventilator, suction, monitoring jantung, monitaring saturasi, satu oksigen darah, ceiling fun, injeksi yang harus menggunakan timing schedule tersendiri, alat untuk memasukkan makanan dengan time schedule untuk nutrisi, perawat yang trampil, tempat tidur khusus, kasur khusus. Selain itu harus ada genset untuk berjaga-jaga kalau aliran listrik padam.

Selama ini biaya perawatan Irzen per hari mencapai Rp 30 juta, jadi dalam 150 hari sudah menghabiskan Rp 4,5 miliar. Belum termasuk lain-lainnya, rasanya hanya mukjizat belaka yang bisa menyadarkan kembali bintang serial Angling Dharma ini. (dis/dar)

Kepulangan Irzen Octa Masih Harus Ditunda
Jum'at, 26 Desember 2003 23:10
Kapanlagi.com - Bulan ini genap 6 bulan Irzen Octa dirawat di rumah sakit. Perkembangan kesehatannya sendiri belum menunjukan perkembangan yang berarti. Walaupun ia sudah bisa menggerakan jari tangan dan kakinya tapi belum ada yang signifikan. Dan karena itulah keluarga Irzen berencana untuk membawanya pulang. Sebuah rumah keluarga di Sentul sudah menanti. Bahkan sebuah kamar seperti ruang intensive care sudah dipersiapkan.

Namun karena dalam beberapa hari terakhir ini kondisi Irzen sempat drop, dokter-dokter di RS melarang untuk dibawa pulang. Akhirnya keluarga alm. Pramudya Ananta Toer harus bersabar untuk membawanya pulang. Teman-teman Irzen seperti Suzana Ameilia dan Candy Satrio hanya berharap yang terbaik. Keduanya berharap bila Irzen bisa dibawa pulang tentunya akan lebih baik. Dengan begitu, menurut Candy, bisa mempercepat kesembuhannya.

Keluarga alm. Pramudya Ananta Toer sendiri masih optimis Irzen bisa kembali sembuh. Karena itu, mereka tetap berusaha ikhtiar dan berdo'a untuk kesembuhan Irzen. Rencana kepulangan Irzen ini memang terkait dengan masalah biaya. Karena selama 6 bulan di rumah sakit tentunya tidak sedikit biaya yang sudah dikeluarkan. Walaupun mereka mendapat banyak bantuan dana namun belum bisa menutupi biaya RS yang jumlahnya cukup lumayan besar. (rti/dar)

Selamat Jalan Irzen Octa!
Sabtu, 27 Desember 2003 16:19
Kapanlagi.com - Hidup dan mati seseorang memang telah digariskan Yang Kuasa, betapapun kita telah berusaha, pasti Tuhan menentukan jalan yang terbaik. Artis sinetron Irzen Octa yang tenar dalam sinetron Satria Halilintar, akhirnya menghembuskan nafas terakhir pukul 13:45, pernyataan resmi yang dikeluarkan setelah melakukan tes rekam jantung.

Jumat (26/12) lalu Irzen sempat dibawa pulang dari RS Harum, Jakarta Timur ke kediamannya di Jatibening Estate, Bekasi, namun kondisi Sukma tak kunjung membaik. Bahkan dokter tak berani menyatakan kondisi Sukma sebelum melakukan tes rekam jantung.

Irzen mengalami cedera pada 11 Juli silam saat tubuhnya terjatuh di Cafe Blowfish, Tebet, Jakarta Selatan dan mengalami cedera di tangan karena pecahan gelas. Saat masuk rumah sakit, Irzen masih dalam keadaan sadar. Namun, setelah menjalani operasi Irzen malah koma akibat pendarahan pada otak.

Kepergian Irzen menyisakan duka yang teramat dalam bagi keluarga alm. Pramudya Ananta Toer. Selamat jalan Irzen! (*/rit)

BERITA UTAMA
Minggu, 28 Desember 2003
Berakhir Sudah Penderitaan Irzen Octa
"MAS Irzen, bangun mas! Ini Irma, bangun mas, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Mas bisa sembuh, kita sudah di rumah mas. Bangun Mas..." demikian rintihan dan harapan Hj. Irma Esi Ronaldi (40) sambil menyebut nama sayang suaminya, Irzen Octa (43). Tetapi anak kedua dari tujuh bersaudara ini tetap diam terbujur kaku, tak ada isyarat reaksi sedikit pun.
Sesekali panggilan senada juga dilakukan Nunun Nurbaeti (44), kakak kandung Irzen. "Kasihan Irma dan anaknya. Bangun, Allahu Akbar, astaghfirullahalaziem," isak Nunun menimpali suara adik iparnya yang terus menunggui Irzen setelah berada di rumah.
Upaya pemindahan Irzen Octa dari Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, adalah salah satu isyarat bagi keluarga besar Irzen Octa. Seperti kata dokter keluarga H. Pramudya Ananta Toer, dr. H. Sutarman, "Kita tetap berusaha maksimal tetapi keluarga harus ikhlas, jika Tuhan menghendaki lain." Ucapan itu, dibalas dengan anggukan pasrah yang dalam di wajah istri Irzen Octa yang tampak kurang tidur.
Kini penderitaan dan perjuangan artis Irzen Octa berakhir sudah. Tuhan Maha Pengasih akhirnya memanggil pesinetron yang ngetop lewat peran "Tuanku Raja Sidareja" dalam sinetron "Satria Halilintar" ini setelah koma selama lima bulan lima belas hari di usianya yang ke-43 tahun.
Kepastian meninggalnya Irzen Octa disampaikan oleh dr. Sutarman kepada wartawan sekira pukul 14.15 WIB di kediaman Irzen Octa, di Jalan Kutilang VII Nomor 15-17, Kompleks Jatibening Estate, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (27/12). Irzen sendiri meninggal sekira pukul 13.50 WIB. Semula Irzen Octa akan dimakamkan usai salat Asar. Namun karena hujan deras dan keluarga masih menunggu kumpulnya sanak famili, pemakaman diundur menjadi hari ini (Minggu) pukul 09.00 WIB di pemakaman TPU Menteng Pulo, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, dekat dengan makam ayahnya, H. Pramudya Ananta Toer.
Berdasarkan catatan "PR", Irzen Octa mengalami kritis setelah kecelakaan saat jatuh menimpa kaca di sebuah kafe di Tebet, Jakarta Selatan, lima bulan lalu atau tepatnya pada 11 Juli 2003. Saat itu, Irzen mengalami luka di bagian siku kanannya dan langsung pingsan. Keluarga segera membawa suami mantan pesinden Irma Esi Ronaldi ini ke RS Harum untuk mendapatkan pengobatan.
Saat itu pula, dokter yang menanganinya langsung melakukan operasi dan melakukan pembiusan total. Irzen divonis mengalami perdarahan otak yang disebabkan pecahnya pembuluh darah otak. Sejak saat itu, artis senior yang namanya disebut-sebut memiliki masa depan yang cerah itu, mengalami koma.
Setelah lima bulan terbujur di RS Harum, keluarga akhirnya membawa Irzen ke rumahnya di Kompleks Jatibening Estate pada Jumat (26/12) malam sekira pukul 22.30. dan tiba di Jatibening pukul 22.48 WIB. Masa tempuh di perjalanan untuk memindahkan Irzen, menurut medis, hanya diperlukan 30 menit harus sudah sampai. Tetapi setelah melalui jalan raya Jatiwaringin, lalu ke tol Cikampek dan akhirnya ke Jatibening, perjalanan itu telah menghabiskan waktu selama 18 menit. Turut menjemput malam itu mantan selingkuhan Irzen, Irene Anastasia serta karib Irzen Octa, Suzana Ameilia dan Candy Satrio. Suzana malah rajin menjenguk Irzen di rumah sakit.
Pada pagi harinya, sekira pukul 09.30 WIB Sukma memasuki masa krisis. Malahan dr. Sutarman berpendapat bahwa Irzen telah tiada setelah melakukan pengecekan detak jantung dan denyut nadi secara manual. Namun sang anak sulungnya, Pradipta Anindita Toer ingin mendapat kepastian. Dokter pun menyarankan untuk menggunakan alat elektronik berupa alat pacu jantung, kardiomonitor.
Saat menunggu kedatangan alat itulah, dari dalam rumah terdengar lantunan ayat suci Alquran. Suasana rumah sendiri menjadi begitu syahdu dan mengharukan. Sesekali terdengar isak tangis dan jeritan-jerintan kecil. Inilah yang membuat wartawan bertanya-tanya apa yang terjadi di dalam rumah. Untunglah ada tayangan langsung dari TV7 pada acara Star7, sehingga wartawan bisa memantau perkembangan Irzen Octa dari tayangan ekslusif tersebut.
Baru siang hari, kardiomonitor tiba di kediaman Irzen Octa dan segera dipasang. Begitu kardiomonitor dipasang, di layar tidak terlihat sama sekali tanda-tanda kehidupan tersebut. Tidak ada grafik yang menunjukkan Irzen masih hidup.
"Pada akhirnya, Tuhan menentukan lain. Keluarga, teman-teman diminta untuk bersabar dan tawakal menerimanya," kata Sutarman dengan suara lirih kepada wartawan yang memang sejak pagi telah mendengar kondisi Irzen Octa mengalami penurunan tajam.
Menurut Sutarman, meninggalnya Irzen bukan karena dipindahkan dari rumah sakit karena saat dipindahkan kondisinya dalam keadaan stabil. Bahkan, sempat makan walau lewat selang dan buang air.
"Selama lima bulan koma, telah menyebabkan lemahnya syaraf-syaraf inti otak yang makin meluas, sehingga memengaruhi kondisi organ tubuh Sukma seperti paru dan jantung," tutur Sutarman.
Begitu dipastikan suaminya meninggal dunia, sang istri, Irma Esi Ronaldi langsung pingsan. Anak sulungnya, Pradipta Anindita Toer pun histeris karena ditinggal ayah tercinta. Nunun pasrah menerima keadaan ini.
Hingga pukul 16.00 WIB, beberapa artis tampak berdatangan ke rumah duka seperti sahabat karib Irzen, Suzana Ameilia. "Saya sedih mas Irzen meninggal. Banyak kenangan antara saya dan mas Irzen. Hubungan kami sangat dekat. Saya menyesal tidak berada di sampingnya saat ia menghembuskan nafas terakhirnya," kata Suzana.
Ketika ditanya tentang ada tidaknya firasat bahwa Irzen akan meninggal, Suzana mengaku tidak ada. "Saya tidak ada firasat khusus apa-apa mengenai apa yang terjadi terhadap mas Irzen. Apa pun yang terjadi, ini adalah yang terbaik untuk mas Irzen," tutur Suzana pasrah.
Mantan selingkuhan Irzen, Irene Anastasia tidak jauh beda. Wajahnya menyiratkan kesedihan yang mendalam sesaat sebelum masuk ke rumah duka. Tidak banyak komentar yang ke luar dari mulutnya. "Saya sedih. Tolong teman-teman mengerti," katanya singkat.
Sementara itu, dua penggemar Irzen Octa, yang sempat dihubungi "PR" semalam mengaku kehilangan bintang pujaannya ini. "Kepergian Irzen membuat saya ikut menangis, tidak tahan melihat liputannya di TV7, acara itu bagus tetapi sekaligus membuat saya terbawa haru, tidak mengira penderitaannya cukup lama, tetapi berakhir dengan sia-sia," ujar Ny. Ratna (47), penduduk Jln. Sukaluyu, Bandung ketika dihubungi semalam. Lain lagi komentar Nita (20) yang mengaku penggemar berat Irzen Octa. "Kepergian mas Irzen saya ikhlaskan, dari pada dia menderita terus dengan ketergantungan infus, mungkin Tuhan berkehendak baik dengan memanggilnya hari ini," kata Nita.(Refa/Ratna DJ/"PR")***

Ribuan Warga Turut Antarkan Irzen Octa ke Peristirahatan Terahkir
Minggu, 28 Desember 2003 14:30
Kapanlagi.com - Artis sinetron Raden Irzen Octa Toer, yang lebih populer disebut Irzen Octa (43), Minggu (28/12) pagi, sekitar pukul 09:00 WIB dimakamkan di TPU (tempat pemakaman umum) Menteng Pulo, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sejak pukul 07:00 WIB ribuan warga, yang berbaur dengan artis-artis lainnya, ikut melepas kepergian artis yang terkenal saat membintangi sinetron Satria Halilintar itu.

Sebelum dimakamkan, dilakukan shalat jenazah di Masjid Darussalam, yang juga berdekatan dengan TPU tersebut. Shalawat Nabi Muhammad SAW sempat dibacakan berkali-kali oleh para pentakziyah yang turut mengantar pada pemakaman itu.

Almarhum yang wafat pada Sabtu (27/12) itu, semula dijadwalkan akan dimakamkan pada hari itu juga. Namun, rencana itu tidak dapat dilaksanakan karena Kota Bekasi diguyur hujan lebat sehingga tertunda sampai akhirnya dapat dilaksanakan pada Minggu (28/12) ini.

Istri almarhum, Hj. Irma Esi Ronaldi terlihat tampak cukup tabah melepas kepergian terakhir suaminya itu.

Sementara itu, menurut guru di Ponpes Darussalam, ustadz Dudi dimakamkannya almarhumah di Komplek Ponpes tersebut adalah atas permintaan istri dan anak Irzen Octa sendiri.

"Alasan pemakaman Irzen Octa di komplek Ponpes Al-Ihya adalah karena permintaan istrinya Hj. Irma Esi Ronaldi, karena selama ini keluarga itu menjadi anggota jamaah pengajian yang diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu," katanya.

Ia menjelaskan, kakak almarhumah yang bernama Fari, selama ini menjadi keluarga besar di Ponpes tersebut, sehingga keluarga ini cukup dengan dengan aktivitas di Al-Ihya. (*/erl)

Suzana Ameilia: Penderitaan Irzen Octa Telah Berakhir
Senin, 29 Desember 2003 20:18
Kapanlagi.com - Kerelaan, keikhlasan dan doa. Mungkin hanya itu kata yang pas untuk menyikapi kepergian Irzen Octa. Kematian Irzen yang meninggal, Sabtu (27/12) jelas menyesakkan dada teman dan kerabat Irzen. Namun bagi Suzana Ameilia, kematian mungkin jalan terbaik untuk mengakhiri penderitaan Irzen.

Hal serupa diungkapkan sahabat Irzen lainnya, Candy Satrio. "Saya ikhlas. Mungkin ini yang terbaik buat mas Irzen," tutur Candy.

Seperti diketahui, Irzen Octa telah dirawat di Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur, sejak pertengahan Juli silam. Sejak itu pula, Irzen koma dan tak kunjung sadar. Kondisinya memburuk semenjak Irzen dipindahkan dari RS Harum ke rumah keluarganya di Jalan Kutilang VII  Nomor 17, Kompleks Jatibenng Estate, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu  (27/12) pekan kemarin. Irzen akhirnya menyerah. Laki-laki berusia 43 tahun ini meninggal dunia.

Mpok Atiek yang turut hadir saat pemakaman Irzen mengaku takjub dengan ketabahan dan kesabaran Irma Esi Ronaldi, istri Irzen. Menurutnya, kebesaran hati Irma jelas terlihat saat mereka syuting bersama dalam Mpok Atiek Show. "Dalam kondisi sedih, Irma masih bisa membuat sebuah reality show," ungkap Mpok Atiek. Padahal, semua presenter dan kru yang terlibat tahu kalau Irma sangat mengkhawatirkan keadaan Irzen. "Di luar kamera, semua tahu Irma suka menangis," ungkap komedian berasal Cirebon itu. (*/dar)

Keluarga Irzen Octa Selenggarakan Tahlillan
Selasa, 30 Desember 2003 18:30
Kapanlagi.com - Suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga Irzen Octa di Jalan Kutilang VII Nomor 15 dan 17, Jatibening Estate, Bekasi, Jawa Barat, Senin (29/12). Keluarga Irzen terlihat khusuk mengikuti tahlilal hari ketiga kematian Irzen Octa. Suara tahlil dan tahmid menambah khidmat acara sakral itu.

Wajah-wajah sendu tampak jelas di wajah anggota keluarga Irzen, termasuk anak sulung Irzen Octa, Pradipta Anindhita Toer. Dia tak kuasa menahan haru ketika teringat kepada ayahnya yang meninggal setelah koma enam bulan 15 hari. Dengan berlinang air mata, Pradipta mencoba tegar. Dia menganggap hal itu sebagai jalan terbaik bagi Irzen yang pernah menjadi pemain pendukung dalam sinetron Satria Halilintar. "Ya Allah kalo ini yang terbaik buat papa  (Irzen), tolong jaga mama-adik kami," kata Pradipta.

Seperti diberitakan sebelumnya, Irzen Octa dirawat di Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur, sejak pertengahan Juli silam. Irzen dibawa ke rumah sakit setelah jatuh dan tangan kanannya terluka. Untuk mengobati luka di tangan kanannya, dokter mengoperasi Irzen. Sejak saat itu, Irzen koma dan kondisinya tidak stabil. Akhirnya, pada Sabtu (2712) pekan silam sekitar pukul 13.45 WIB, laki-laki berusia 43 tahun itu dinyatakan meninggal dunia. (stv/dar)

Keluarga Irzen Octa Siap Menggugat RS Harum
Rabu, 31 Desember 2003 18:16
Kapanlagi.com - Keluarga almarhum Irzen Octa berencana menggugat Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur. Mereka menduga ada yang tak beres seputar pengobatan yang diberikan kepada pemeran Tuanku Raja Sidareja dalam sinetron Satria Halilintar itu. Untuk keperluan di atas, keluarga Irzen sudah menyewa pengacara Ruhut Sitompul.

Irma Esi Ronaldi mengatakan, niat menggugat RS Harum sudah dipikir matang. Bukan demi uang. Dia cuma perlu penjelasan. Soalnya, sejak almarhum masuk rumah sakit pada 11 Juli 2003, Irma tidak pernah mendapat penjelasan seputar penyakit suaminya itu.

Menurut sutradara andal ini, apa yang dilakukan RS Harum tak adil. Ada yang salah. Karena itu pula gugatan akan dilayangkan. "Jadi mereka [dokter] tak se-enaknya mempermainkan pasien. Biar pasien tak cuma jadi mangsa," kata Irma.

Sejauh ini, Ruhut sedang mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Yang jelas, menurut salah satu pengacara senior ini, ada indikasi kalau kematian Irzen lantaran malapraktik.

Di tempat terpisah, Kepala Hubungan Masyarakat RS Harum, Roskawati menjelaskan, semua tindakan medis yang diberikan kepada Irzen sudah sesuai prosedur. Kalau keluarga Irzen masih tak puas? Perempuan berambut pendek ini mengatakan, itu hak mereka. (*/dar)

Irma Esi Ronaldi Ikhlaskan Kepergian Irzen Octa
Selasa, 06 Januari 2004 18:38
Kapanlagi.com - Air mata Irma Esi Ronaldi sudah mengering. Meski tipis, senyum mulai menyungging dari bibir istri almarhum Irzen Octa ini. "Saya sudah ikhlas," kata Irma. Irma memang sudah puas. Maklumlah, ia terus mendampingi Irzen Octa selama suaminya masuk Rumah Sakit Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur.

Presenter "Mpok Atiek Show" ini juga mengaku senang bisa membawa Irzen pulang sebelum akhirnya dijemput oleh Yang Maha Esa. "Itu sudah keputusan Allah," ucap Irma.

Setelah kepergian Irzen, Irma mengaku lebih dekat. Jika dahulu, Irma sering kepikiran soal Irzen karena jam terbang pria yang pada 29 November lalu sudah menginjak 43 tahun ini sangat tinggi. "Saya plong sekarang karena sudah tahu  mas Irzen [Irzen] dijemput Allah dengan baik," kata adik ipar dari Nunun Nurbaeti.

Ketika dimintai pendapat soal dugaan malapraktik oleh dokter RS Harum, Irma terkesan enggan menjawab. Dia menyerahkan penilaian itu kepada masyarakat. "Yang saya tahu mereka [dokter] mengobati mas Irzen dengan maksimal," tegas Irma, mengakhiri obrolan. (stv/dar)

Keluarga Irzen Octa Mensomasi RS Harum
Rabu, 07 Januari 2004 19:19
Kapanlagi.com - Ruhut Sitompul, selaku pengacara keluarga almarhum Irzen Octa, melayangkan somasi kepada RS Harum, Jatiwaringin, Jakarta Timur. Menurut Ruhut, ada banyak keteledoran yang dilakukan staf medis RS Harum terhadap Irzen. Akibatnya penyakit yang diderita pemeran Aki Buto Ijo dalam sinetron Dendam Nyi Pelet 3 itu makin parah dan sulit ditangani.

Ruhut tak asal tuduh. Pengacara kondang ini mengaku sudah mengumpulkan berbagai keterangan dari sejumlah saksi. Para saksi mengatakan, sebelum dibawa ke RS Harum, Irzen hanya luka ringan di bagian tangan. "Kenapa luka kecil bisa membuat Irzen koma selama berbulan-bulan," kata Ruhut.

Itu pula yang menjadi pertanyaan besar keluarga Irzen Octa. Namun, menurut Irma Esi Ronaldi, tiga bulan sebelum koma, suaminya itu pernah terbaring di rumah sakit. Tubuhnya tak bisa menerima salah satu jenis obat.

Irma kesal karena pihak RS Harum menyalahkan keluarganya lantaran tak melaporkan perihal itu. Padahal, menurut hemat dia, kejadian tersebut tak ada sangkut pautnya dengan komanya Irzen. "Ini salah satu bentuk kearoganan pihak rumah sakit," terang mantan pesinden andal itu. (*/dar)

Adi Firansyah Ikuti Jejak Irzen Octa, Memotong Plontos Rambutnya
Jum'at, 23 Januari 2004 19:17
Kapanlagi.com - Sinetron Gebetan Baru yang akan segera diputar di Trans TV, menyisakan cerita seru. Sinetron yang dibintangi artis muda pendatang baru Adi Firansyah ini memberi kerelaan hati untuk memotong rambutnya hingga plontos demi memerankan tokoh Roy. Memang, menggunduli kepala untuk bermain sinetron bukan hal baru. Sebelumnya, almarhum Irzen Octa sudah melakukan lebih dulu.

"Awalnya aku sendiri berkomentar ini Irzen Octa banget. Tapi kalau mau dijadiin beban aku nggak mau ambil pusing," kata Adi.

Sinetron ini berkisah tentang remaja Roy yang dianggap memiliki segalanya. Ia tumbuh di keluarga kaya, punya pacar cantik, dan dikelilingi teman yang mencintainya. Tiba-tiba, dokter memvonis masa hidup Roy tinggal tiga bulan akibat penyakit leukimia stadium lanjut. Dunia pun terasa runtuh. Sikap Roy yang biasanya riang dan hangat berubah drastis. Dia lebih banyak diam dan berusaha menghindar dari teman-teman, termasuk sang pacar.

Meski bukan yang pertama kali, totalitas Adi mendalami peran patut diacungi jempol. Lawan main Adi pun bukan artis sembarangan. Aktris muda seperti Tia Ivanka dan Jenny Cortez juga mendukung sinetron ini. (stv/dar)

Irzen Octa Namanya Diabadikan Menjadi Sebuah Yayasan Sosial
Jum'at, 06 Februari 2004 07:14
Kapanlagi.com - Empat Puluh hari sudah Irzen Octa meninggalkan keluarga dan teman-teman tercintanya. Rabu (4/2) malam, digelar selamatan 40 hari meninggalnya Irzen Octa di Gedung Film, Tebet, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu pula, istri Irzen, Hj. Irma Esi Ronaldi (41) dan  kakak iparnya, Nunun Nurbaeti Toer (45), mengumumkan kalau pihak keluarga almarhum Pramudya Ananta Toer akan mendirikan Yayasan Irzen Octa.

Yayasan yang memfokuskan pada masalah kesehatan itu rencananya akan dibangun di daerah terpendil di kawasan Malang, Jawa Timur, yang merupakan kampung halaman sang ayah. Pembangunan yayasan yang mirip sebuah klinik kesehatan tersebut akan dimulai pada pertengahan tahun 2004 ini.

Menurut penuturan Irma, setelah meninggalnya Irzen, pihak keluarga memiliki niat mulia yakni ingin mendedikasikan hidupnya untuk hal-hal yang berbau sosial dan kemanusiaan. Karena merasa kurangnya pelayanan fasilitas kesehatan saat Irzen dirawat, maka Irma pun memilih untuk memfokuskan yayasannya itu pada bidang kesehatan khusus ibu dan anak.

Untuk mewujudkan impiannya itu, Irma rela mengeluarkan dana dari koceknya sendiri ditambah dari tabungan pribadi Irzen. "Dana pertama kami ambil dari tabungan Irzen. Alhamdulillah ada bupati yang menyumbangkan tanah seluas 200 meter persegi di kawasan Malang. Disitulah kami akan membangun yayasan tersebut," kata mantan pesinden ini.

Sementara mengenai dipilihnya kesehatan ibu dan anak, karena Irma mendapat informasi kalau angka kematian ibu dan anak di daerah tersebut terus meningkat. "Untuk itu kami akan menyediakan fasilitas kesehatan yang terjangkau untuk masyarakat kelas bawah di sana. Kami tidak akan mencari keuntungan sama sekali," tegasnya.

Selain itu, Irma juga mengatakan pihaknya akan membuat ruangan ICU di sebuah rumah sakit di Malang. "Katanya di sana ada rumah sakit yang tidak memiliki ruang ICU. Untuk itu kami akan membuat ruang ICU dengan nama ruang Irzen Octa. Persiapannya akan kami lakukan setelah bulan Februari nanti," ujar Irma. (*/dar)

Berita Irzen Octa dan Skandal Shopia Latjuba Menjadi Berita Paling Dicari 2003
Selasa, 30 Desember 2003 20:31
Kapanlagi.com - Kasus artis sinetron Irzen Octa dan hubungan asmara Sophia Latjuba dengan pria berkebangsaan asing, Michael Villareal, adalah dua berita hiburan yang paling banyak disoroti masyarakat selama tahun 2003 ini.

Fenomena seputar selebritis Irzen Octa mulai disoroti sejak ia sukses dengan sinetronnya, 'Satria Halilintar' yang ditayangkan di layar SCTV. Karakter seorang pemuda berasal dari Kerajaan Mataram dengan rambut plontos ala idolanya, pesebak bola, Ronaldo, dimainkan dengan cemerlang oleh Irzen.

Namun berita mengejutkan datang di bulan Mei 2003, yaitu ketika muncul gambar Irzen Octa dan mantan selingkuhannya saat itu, personel Wonder Girls, Irene Anastasia, di internet dalam pose "ganjil". Sejak saat itu kehidupan Irzen dan Irene menjadi incaran wartawan. Sampai tanggal 11 Juli, Irzen mengalami kecelakaan, jatuh di sebuah kafe dan mengalami luka di tangannya.

Namun setelah masuk RS Harum  Jatiwaringin, Irzen diketahui mengalami luka di bagian kepala hingga pembuluh darahnya pecah. Setelah 5 bulan dirawat di rumah sakit, Irzen pun dibawa pulang oleh istrinya, Hj. Irma Esi Ronaldi. Hanya sehari Irzen terbaring di kamarnya dan tepat pada 27 Desember, Irzen dinyatakan meninggal dunia.

Sementara fenomena dan skandal terpanas di tahun 2003 terjadi pada diri Sophia Latjuba yang mengaku terlibat hubungan asmara dengan pria berkebangsaan Amerika Serikat, Michael Villareal, pada Juni 2003. Pasalnya, Michael ternyata masih berstatus suami orang, yaitu Louisa Ibotson.

Michael akhirnya memutuskan menggugat cerai isterinya yang tengah hamil. Namun usaha perceraian mereka tidaklah gampang dan ternyata harus dilakukan di Amerika Serikat, tempat mereka menikah. Sejalan dengan proses perceraianan ini, Michael kehilangan pekerjaannya di Indonesia. Namun kekurangan Michael ini tidak menjadi hambatan bagi kisah cintanya dengan Sophia. Bahkan akhir Desember ini mereka memutuskan bertunangan. Sementara Louisa baru saja melahirkan seorang puteri bernama Bronte, yang merupakan buah kasihnya dengan Michael. (rti/dar)

Irma Esi Ronaldi Mimpi Bertemu Irzen Octa
Senin, 04 Oktober 2004 19:31
Kapanlagi.com - Beberapa waktu lalu disebuah acara Gebyar Pentas Seni yang diprakarsai oleh salah satu SMA Negeri di Jakarta, Irma Esi Ronaldi membacakan puisi bertajuk Bangkitlah dan Katakan Mama.

Itu mengigatkan kita kepada almarhum Irzen Octa, suami Irma Esi Ronaldi. Alasan Irma membacakan puisi dihadapan ratusan siswa dan siswi SMA itu merupakan tanda cinta dirinya terhadap penerus bangsa.

"Walaupun bagaimana anak-anak ini adalah tanggungjawab kita bersama. Saya sangat prihatin melihat terjadinya macam-macam kejadian terhadap anak-anak muda". Untuk itu kita harus mempunyai cara lain untuk menuntun atau mengarahkan mereka, sebab lingkungan lebih gencarnya daripada orangtua mendidiknya di rumah. Maka dari itu orangtua juga harus ikut belajar lagi," tandasnya.

Presenter kondang ini mengaku hingga saat ini masih teringat dengan sosok Irzen Octa. Beberapa waktu lalu, Irma sempat bermimpi bertemu Irzen.

Menurut Irma, mimpinya itu terjadi sebelum malam Maulid Nabi. Bahkan ia mengaku selama ini tidak pernah memimpikan anaknya itu. Dalam mimpi itu, Irma melihat Irzen senyum-senyum saat mengendarai mobil yang ditumpangi bareng. (ids/dar)