Senin, 21 Mei 2001

Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Jalan Tol

PEMERINTAH TETAPKAN TARIF BARU JALAN TOL

 

Setelah hampir sebelas tahun tidak pernah dilakukan penyesuaian tarif Tol, akhirnya Pemerintah menetapkan tarif baru jalan Tol yang berlaku mulai hari Selasa tanggal 22 Mei 2001 pukul 00.00 WIB. Sesuai dengan keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 2001, tidak semua jalan Tol tarifnya dinaikkan. Tercatat empat ruas jalan Tol yang tarifnya belum diusulkan yaitu JORR seksi E2 (Cikunir - Cakung), Jagorawi, Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sediyatmo (Cengkareng) dan satu ruas yaitu Jakarta - Cikampek yang ditunda. Tapi untuk Gerbang Ramp di Jagorawi dan Jakarta - Cikampek tetap dilakukan penyesuaian tarif dari Rp. 500 menjadi Rp. 1.000,-. Didalam Keppres tersebut juga menyebutkan perubahan sistem operasi di Jalan Tol Jakarta - Tangerang dan Semarang Seksi C, yang sebelumnya menggunakan sistem tertutup menjadi sistem terbuka. 

Selain Keppres mengenai penetapan tarif Tol baru, Presiden juga menerbitkan Keppres Nomor 42/2001 tentang penetapan Jembatan Tol Weleri (Kendal) menjadi Jembatan Non Tol. 

Beberapa ruas jalan Tol baru juga ditetapkan tarifnya melalui Keppres Nomor 43/2001 tentang penetapan jalan Bebas Hambatan Palimanan - Plumbon sebagai jalan Tol, Gerbang Tol Cikarang Timur pada Jalan Tol Jakarta - Cikampek, dan Ramp Masuk Kembangan pada Jalan Tol Jakarta - Tangerang. 

Kenaikan rata-rata 25 % dari tarif lama dengan pembulatan kelipatan Rp.500,- sehingga tarif denga pecahan Rp. 250,- dibulatkan kebawah. Sebagai contoh di Jalan Tol Tangerang - Merak. tarif Tol terjauh ruas ini sebelumnya Rp.17.500,- (gol. II B), denga kenaikan 25 % menjadi Rp.21.875,- sehingga dibulatkan menjadi Rp.22.000,- atau naik Rp.4.500,-. Contoh pembulatan ke bawah diberlakukan di Jalan Tol Padaleunyi, tepatnya dari Gerbang Tol Baros yang tarifnya sebelumnya Rp.2.500,-, jika dinaikkan 25 % menjadi Rp.3.125,-, sehingga dibulatkan ke bawah menjadi Rp. 3.000,- atau naik Rp.500,- . 

Kenaikan terendah diberlakukan di seluruh ruas Ramp Jabodetabek untuk Gol. II A dari Rp.800,- menjadi Rp. 1.000,- atau sebesar Rp. 200,-. Bahkan untuk Gol. II B di ruas ini tarifnya tidak dinaikkan (tetap Rp.1.000,-). 

Untuk Jalan Tol Dalam Kota Jakarta juga mengalami kenaikan 25% dari Rp. 3.000,- menjadi Rp. 3.750,- dan dibulatkan Rp.4.000,- untuk Gol. I, dari Rp.4.000,- menjadi Rp.5.000,- untuk Gol. II A dan dari Rp.5.000,- menjadi Rp.6.500,- untuk Gol. II B. 

Bagi pemakai jalan Tol yang sudah membeli karcis langganan Tol (KLT), karcis tersebut masih adpat digunakan. Namum bagi masyarakat yang akan membeli KLT sejak diberlakukannya tarif baru ini, maka akan dikenakan harga baru, dengan pengaturan potongan harga seperti sebelumnya. 

Sebagai wujud kepedulian Pemerintah terhadap rakyat kecil, kebijakan kenaikan tarif Tol ini telah ditrancang tidak akan menambah beban rakyat kecil. Wujud dari kepedulian tersebut adalah dengan tidak menaikkan tarif Tol bagi kendaraan angkutan penumpang umum (plat kuning), kecuali taksi. Wujud kepedulian lainnya adalah dengan menjadikan kedua jembatan Tol yang dioperasikan Jasa Marga (Jembatan Weleri) menjadi jembatan non Tol. 

Seiring dengan pemberlakuan tarif Tol baru, Jalan Tol Jakarta - tangerang mengalami perubahan sistem transaksi Tol. Sebelumnya menggunakan sistem tertutup, kini dioperasikan dengan sistem terbuka. Dalam sistem tertutup pemakai jalan harus mengambil karcis tanda masuk (KTM) di gardu masuk, kemudian menyerahkan KTM tsb. pada saat membayar Tol di Gardu keluar. Sedang dalam sistem terbuka, transaksi pemakai Tol cukup dilakukan sekali saja, yaitu pada saat melewati gerbang Tol. 

ppw1106032a.jpgDengan dibelakukan sistem yang baru ini, maka ruas Jakarta - Tangerang dibagi dua Wilayah tarif. Wilayah pertama adalah pemakai jalan Tol dari arah Tomang atau Tangerang Barat (Bitung) yang melakukan transaksi di GT Karang Tengah, dan pemakai jalan Tol dari kedua arah tersebut yang tidak melakukan transaksi di gerbang Tol Karang tengah (Ruas Tomang-Kembangan dan Bitung-Tangerang). Untuk pemakai jalan Tol yang melakukan transaksi di GT Karang tengah tarif Tol nya Rp.2.500,- (gol. I), Rp.3.000,- (Gol. II A) dan Rp. 4.000,- (Gol. II B). Sedang pemakai jalan Tol yang bertransaksi selain di GT Karang tengah tarif Tol nya Rp.1.000,- untuk semua golongan kendaraan. Untuk kendaraan umum dengan menggunakan karcis khusus (AU), dikenakan tarif khusus angkutan umum. 

Dengan perubahan sistem tersebut maka ada beberapa gardu/gerbang Tol yang sudah tidak ada transaksi lagi. Gerbang Tol yang tidak ada transaksinya adalah GT Utama Kebon Jeruk, GT Kembangan dan GT Tangerang barat. sedang untuk GT Tangerang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dilakukan pemisahan antara gardu pembayaran ke arah Tangerang barat dan ke arah Jakarta. perubahan sistem ini dilakukan untuk empercepat waktu transaksi dari 12 detik menjadi 6 detik saja. Perubahan sistem ini juga dilakukan sebagai antisipasi pengoperasian Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan untuk menghilangkan antrian dikarenakan tidak dimungkinkannya penambahan Gerbang tol Kebon jeruk. beberapa ruas jalan Tol di luar kota Jakarta juga diberlakukan tarif baru, seperti jalan tol JORR Seksi S+E1 (Pondok Pinang - Ceger) semula tarif terjauh Rp.5.700,- menjadi Rp. 5.900,- untuk Gol. I, jalan Tol Padalarang - Cileunyi semula tarif terjauh Rp.3.000,- menjadi Rp.4.000,- untuk Gol. I, Jalan Tol Surabaya - Gempol dari Waru-Gempol semula Rp.2.000,- menjadi Rp.2.500,- untuk Golongan I.